BONE, NALARMEDIA.ID — Sebanyak 251 wisudawan dan wisudawati Universitas Muhammadiyah Bone (UNIM Bone) resmi menuntaskan perjalanan akademiknya. Namun, bagi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), wisuda bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Andi Akmal saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana UNIM Bone Angkatan VI Tahun Akademik 2026, yang digelar di Ballroom Sentosa Hotel Novena, Kabupaten Bone, Sabtu (3 Oktober 2026).
Sebanyak 251 lulusan tersebut berasal dari 13 program studi yang ada di UNIM Bone, di antaranya dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP).
Wisuda kali ini mengusung tema “Meneguhkan Komitmen Mencetak Lulusan Islami, Berkarakter dan Berdampak.”
Tema tersebut menjadi pesan kuat bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak semata-mata diukur dari gelar akademik yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana ilmu tersebut mampu diwujudkan menjadi kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Jangan Berhenti Belajar Setelah Wisuda
Rektor UNIM Bone, Dr. H. Muhammad Jafar, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya memaparkan sejumlah perkembangan institusi, mulai dari penambahan Fakultas Teknik dan Bisnis, capaian akreditasi institusi, hingga pengembangan program magister (S2) Pendidikan Bahasa Indonesia.
UNIM Bone juga terus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional. Salah satunya melalui program magang mahasiswa ke Taiwan yang memberikan pengalaman kerja sekaligus peluang rekognisi mata kuliah.
Para lulusan pun diingatkan agar tidak berhenti belajar setelah mengenakan toga. Dunia terus berubah sehingga kemampuan beradaptasi, integritas, kejujuran, amanah, serta semangat long-life learner menjadi bekal penting dalam menghadapi masa depan.
Lulusan diharapkan mampu hadir sebagai agen perubahan yang solutif dan inspiratif, baik sebagai pendidik, birokrat, wirausahawan, aktivis maupun profesional di berbagai bidang.
Hadapi Era Hyper-Reality
Pesan tentang tantangan masa depan juga mengemuka dalam orasi ilmiah yang disampaikan Anggota Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus Direktur Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Prof. Erwin Akib, M.Pd., Ph.D.
Mengangkat tema “Pilar Lulusan Pendidikan Tinggi di Era Hyper-Reality”, ia menyoroti pentingnya kemampuan lulusan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan realitas kehidupan.
Kemajuan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki fondasi nilai yang kuat.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Prof. Dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K), M.Med.Ed., memberikan apresiasi terhadap perkembangan UNIM Bone, termasuk capaian dalam bidang akademik, riset, inovasi dan prestasi mahasiswa.
UNIM Bone juga didorong semakin berani memperluas jejaring internasional serta mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan masa depan, seperti smart farming, bio-pangan, artificial intelligence (AI), hingga teknik mekatronika.
Wabup AAP: Wisuda Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian
Di hadapan para wisudawan, Andi Akmal menyampaikan ucapan selamat sekaligus menitipkan pesan agar ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bone, saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Semoga ilmu yang diraih bermanfaat sebagai awal perjalanan ke depan,” kata Andi Akmal.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mendorong pembangunan daerah.
Karena itu, ilmu pengetahuan yang telah diperoleh tidak boleh berhenti sebagai kebanggaan pribadi, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih luas.
Andi Akmal juga memberikan apresiasi kepada Rektor beserta seluruh civitas akademika UNIM Bone atas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Bone.
Penghargaan juga disampaikan kepada para orang tua yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan putra-putrinya hingga berhasil meraih gelar akademik.
Pendidikan Tinggi Jadi Modal Besar Bone
Andi Akmal menilai pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi berbagai unsur, termasuk perguruan tinggi.
Ia menyebut konsep pentahelix antara pemerintah, perguruan tinggi dan berbagai unsur masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, ekonomi, infrastruktur hingga kehidupan sosial.
“Pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi pentahelix antara pemerintah dan perguruan tinggi. Dengan banyaknya perguruan tinggi di Bone, ini menjadi modal utama untuk membangun sumber daya manusia yang andal, memperbaiki ekonomi, infrastruktur, serta hubungan sosial masyarakat agar warga dapat menikmati pendidikan tinggi yang berkualitas,” jelasnya.
Menurut Andi Akmal, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus terus diperkuat.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen mendorong sektor pendidikan, termasuk melalui peningkatan kualitas sekitar 15 ribu ASN, khususnya guru dan tenaga kesehatan, serta aparatur desa melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lokal.
Dorong Prodi Pertambangan hingga Kedokteran
Tak berhenti di situ, Andi Akmal juga mendorong perguruan tinggi di Bone untuk membaca potensi daerah dan kebutuhan masa depan.
Ia berharap kampus-kampus di Bone dapat mengembangkan fakultas atau program studi yang relevan dengan potensi dan kebutuhan daerah, termasuk bidang pertambangan dan kedokteran.
Pemerintah Kabupaten Bone, kata dia, siap memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai kewenangan untuk mendorong kemajuan pendidikan tinggi di daerah.
Pesan itu sekaligus menjadi ajakan agar perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan, tetapi turut menjadi motor penggerak pembangunan daerah.
“Mari kita bersama-sama membangun sumber daya manusia dari Bone untuk Indonesia yang lebih maju,” tutupnya.
Wisuda tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan Muhammadiyah, LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, pimpinan dan civitas akademika UNIM Bone, Forkopimda Kabupaten Bone, pimpinan perguruan tinggi, organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah, serta para orang tua dan pendamping wisudawan. (red)















