BONE, NALARMEDIA.ID — Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi momentum bagi Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, Edy Saputra Syam, untuk mengingat kembali satu hal penting: di balik seragam loreng yang dikenakan prajurit, ada pengabdian panjang untuk menjaga bangsa dan hadir bersama rakyat.
Bagi Edy yang juga cucu tentara memaknai HUT TNI tidak semata-mata tentang parade, upacara ataupun peringatan bertambahnya usia institusi pertahanan negara.
Lebih dari itu, HUT TNI merupakan momentum untuk memberikan penghormatan kepada para prajurit yang mengabdikan hidupnya demi bangsa dan negara.
Termasuk kepada sosok sang kakek yang dimakamkan di TMP Maccopa Maros.
“TNI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Pengabdian prajurit bukan hanya terlihat ketika menjalankan tugas pertahanan, tetapi juga ketika mereka hadir membantu masyarakat dalam berbagai situasi,” ucap Edy yang juga Kepala BKPSDM Bone.
Menurutnya, kedekatan TNI dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan yang harus terus dijaga. Ketika bencana datang, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, hingga ketika pemerintah menjalankan program pembangunan, keberadaan TNI kerap menjadi bagian dari kerja bersama tersebut.
Ketika Prajurit Hadir di Tengah Kesulitan
Edy memandang pengabdian TNI memiliki wajah yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Seorang prajurit bisa saja berada di garis depan menjaga wilayah negara. Namun pada waktu yang sama, prajurit juga dapat berada di tengah masyarakat, membantu warga yang tertimpa bencana, mendukung kegiatan sosial, membantu pembangunan fasilitas umum hingga mendampingi masyarakat di pelosok.
Di situlah, kata Edy, makna pengabdian terasa begitu nyata.
“Ada kalanya masyarakat tidak membutuhkan banyak kata. Mereka membutuhkan kehadiran. Dan ketika prajurit TNI hadir membantu, di situlah masyarakat merasakan bahwa mereka tidak sendiri,” ungkapnya.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, semangat tersebut sejalan dengan pentingnya membangun daerah melalui kolaborasi. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendirian. Dibutuhkan kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat.
Menjaga Keamanan, Menjaga Harapan
Edy menilai keamanan bukan hanya tentang terbebas dari ancaman, tetapi juga tentang menciptakan ruang bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan tenang.
Petani bisa bekerja di sawah, nelayan melaut, anak-anak pergi ke sekolah, pelaku UMKM menjalankan usahanya, dan keluarga dapat menjalani kehidupan sehari-hari dengan rasa aman.
Dalam konteks itu, keberadaan TNI memiliki arti penting.
“Ketika daerah aman dan kondusif, masyarakat bisa bekerja, anak-anak bisa belajar, dan pembangunan bisa berjalan. Karena itu, menjaga keamanan sesungguhnya juga berarti menjaga harapan masyarakat,” katanya.
Semangat Gotong Royong
Pj Sekda Bone itu juga mengajak masyarakat menjadikan HUT TNI sebagai momentum untuk kembali memperkuat semangat gotong royong.
Menurutnya, bangsa ini dibangun bukan hanya oleh satu kelompok, melainkan oleh banyak tangan yang bekerja bersama. TNI memiliki tugas dan pengabdian tersendiri, pemerintah memiliki tanggung jawab pelayanan, sementara masyarakat memiliki kekuatan besar melalui kebersamaan dan kepedulian sosial.
Semangat tersebut, lanjut Edy, perlu terus dirawat di tengah berbagai perubahan zaman.
“Mari kita rawat kebersamaan. TNI bersama rakyat, pemerintah bersama masyarakat. Karena ketika kita saling menguatkan, persoalan sebesar apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” ujarnya.
Pesan dari Bone untuk Prajurit TNI
Pada momentum HUT TNI, Edy Saputra Syam menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit TNI, khususnya yang bertugas di wilayah Kabupaten Bone.
Ia berharap TNI senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas, tetap dekat dengan rakyat, serta terus menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Selamat HUT TNI. Terima kasih atas pengabdian dan pengorbanan seluruh prajurit. Semoga TNI semakin kuat, semakin dekat dengan rakyat dan terus menjadi penjaga bangsa serta pengayom masyarakat,” ucapnya.
Pada akhirnya, bagi Edy, HUT TNI bukan hanya tentang menghitung usia sebuah institusi. Ini tentang mengenang pengabdian, menghargai pengorbanan, dan memastikan hubungan antara TNI dan rakyat tetap menjadi kekuatan yang tidak terputus.
Sebab, sekuat apa pun sebuah negara, kekuatannya akan terasa lebih berarti ketika rakyat merasa aman, dihargai dan tidak pernah berjalan sendirian. (red)















