BONE, NALARMEDIA.ID – Kepulan asap dan kobaran api mendadak mengusik ketenangan warga Dusun Amanrang, Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (6 Oktober 2026).
Dua rumah warga dilalap si jago merah. Di tengah kepanikan dan ketakutan warga, prajurit Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 21/Kawali bergerak cepat. Mereka datang bukan sekadar membawa kendaraan pemadam, tetapi membawa harapan agar api tidak semakin meluas dan menelan lebih banyak rumah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 10.30 WITA itu menghanguskan rumah milik Muhammad Hafil (70) dan Fatahuddin (50), keduanya berprofesi sebagai petani.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
Begitu menerima laporan, Komandan Yonarmed 21/Kawali Letkol Arm Rianto Hartomo, S.Sos., M.I.P. langsung mengerahkan 20 personel, didukung dua unit kendaraan pemadam kebakaran dan satu unit ambulans menuju lokasi.
Tidak butuh waktu lama. Sekitar pukul 10.38 WITA, Danyonarmed 21/Kawali bersama Pasiintel Yonarmed 21/Kawali Letda Arm Ramli dan personel tiba di lokasi.
Tanpa menunggu lama, para prajurit langsung berjibaku menghadapi kobaran api.
Dengan dua unit kendaraan pemadam, mereka berupaya menjinakkan api yang terus membesar.
Sekitar 50 menit perjuangan dilakukan hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sekitar pukul 11.30 WITA.
Setelah api benar-benar terkendali, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Mereka terlebih dahulu memastikan kondisi sekitar aman dan tidak ada potensi api kembali menyala maupun merembet ke bangunan lain.
“Kami terus memantau perkembangan situasi sampai api benar-benar dapat dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman. Apabila diperlukan, kami siap memberikan dukungan tambahan sesuai perkembangan situasi di lapangan,” ungkap Letkol Arm Rianto Hartomo.
Api Diduga Berasal dari Ledakan Gas Portable
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga bermula dari ledakan gas portable di rumah Muhammad Hafil.
Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah Fatahuddin yang berada di sebelahnya.
Musibah tersebut menyebabkan dua rumah warga hangus terbakar. Tidak hanya tempat tinggal, sejumlah barang berharga turut menjadi korban ganasnya api.
Di antaranya satu unit mesin traktor, satu unit telepon seluler, 20 karung padi, serta uang tunai sekitar Rp14 juta.
Total kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp250 juta.
Fatahuddin menjadi saksi pertama yang mengetahui adanya kebakaran tersebut.
Meski kerugian materi cukup besar, satu hal patut disyukuri: tidak ada satu pun nyawa yang menjadi korban.
Respons Cepat untuk Cegah Musibah Lebih Besar
Bagi Yonarmed 21/Kawali, kehadiran personel di tengah musibah bukan sekadar menjalankan tugas. Respons cepat tersebut menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat sekaligus mencegah dampak kebakaran menjadi lebih besar.
“Pengerahan personel dan sarana tersebut merupakan langkah cepat untuk mengendalikan dan memadamkan api, mencegah agar kebakaran tidak meluas, serta memberikan pertolongan pertama apabila terdapat masyarakat yang membutuhkan bantuan medis,” kata Letkol Arm Rianto.
Ia menegaskan, keselamatan masyarakat dan personel menjadi prioritas utama dalam setiap proses pemadaman.
Karena itu, personel juga diarahkan untuk terus berkoordinasi dengan unsur terkait di lokasi kejadian.
“Kami terus memantau perkembangan situasi sampai api benar-benar dapat dikendalikan dan kondisi dinyatakan aman,” tegasnya.
Setelah memastikan situasi benar-benar aman, para prajurit kemudian meninggalkan lokasi dan kembali menuju markas. Mereka tiba di Asrama Yonarmed 21/Kawali sekitar pukul 13.00 WITA.
Kehadiran mereka mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi warga yang rumahnya terbakar, setiap menit pertolongan menjadi begitu berarti.
Di tengah musibah yang menghanguskan tempat tinggal dan harta benda, gerak cepat para prajurit menjadi pengingat bahwa ketika bencana datang tanpa mengenal waktu, kepedulian dan kehadiran untuk sesama dapat menjadi kekuatan yang sangat berarti. (rls/red)















