Berawal dari Jalan Pagi, Berujung Wejangan: Momen Hangat BupAAS Bersama Mahasiswa KKN di Bakunge

Ada momen sederhana yang meninggalkan kesan mendalam. Saat menjalani rutinitas berjalan kaki pagi di kawasan Bakunge, Kabupaten Bone, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), tiba-tiba dihampiri sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Ada momen sederhana yang meninggalkan kesan mendalam. Saat menjalani rutinitas berjalan kaki pagi di kawasan Bakunge, Kabupaten Bone, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), tiba-tiba dihampiri sekelompok mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Jumat pagi, 9 Oktober 2026, suasana di Bakunge seketika menjadi lebih hangat ketika para mahasiswa KKN tersebut meminta kesempatan untuk berfoto bersama orang nomor satu di Kabupaten Bone itu.

Tanpa suasana formal dan tanpa sekat, BupAAS meluangkan waktu untuk menemui mereka.

Satu per satu mahasiswa kemudian berkumpul untuk mengabadikan momen kebersamaan tersebut.

Bagi para mahasiswa, perjumpaan itu bukan sekadar kesempatan mendapatkan foto bersama kepala daerah. Lebih dari itu, mereka mendapatkan kesempatan berharga untuk berbincang dan mendengarkan langsung wejangan dari Bupati Bone.

Dalam kesempatan tersebut, BupAAS memberikan motivasi kepada para mahasiswa agar memanfaatkan masa KKN sebagai ruang untuk belajar, berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mengasah kepedulian sosial.

Ia mengingatkan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bukan hanya untuk menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat sekecil apa pun bagi lingkungan tempat mereka mengabdi.

“Jadikan KKN sebagai pengalaman untuk belajar dari masyarakat. Dengarkan mereka, pahami kebutuhannya, dan berikan kontribusi yang bisa dirasakan,” pesan BupAAS kepada para mahasiswa.

Menurutnya, pengalaman selama berada di tengah masyarakat akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika kelak kembali ke dunia profesional maupun mengabdi di tengah masyarakat.

BupAAS juga mendorong mahasiswa untuk terus menjaga semangat, disiplin, rendah hati, serta tidak berhenti belajar.

Pertemuan singkat di Bakunge itu pun menjadi potret sederhana tentang bagaimana sebuah rutinitas pagi dapat menghadirkan ruang interaksi yang bermakna.

Bagi mahasiswa KKN UNM, mungkin pagi itu awalnya hanya sebuah kesempatan bertemu dan berfoto bersama Bupati Bone. Namun, perjumpaan tersebut berubah menjadi sebuah pengalaman yang lebih berharga: mendapatkan pesan, motivasi, dan nasihat langsung dari seorang pemimpin daerah.

Momen itu sekaligus memperlihatkan bahwa kedekatan antara pemimpin dan masyarakat dapat hadir melalui hal-hal sederhana—sebuah sapaan, foto bersama, dan beberapa pesan yang mungkin akan terus diingat oleh para mahasiswa hingga mereka kembali dari lokasi KKN.

Dari langkah kaki di pagi hari, lahir sebuah cerita. Dari sebuah foto bersama, terselip pesan tentang pengabdian dan masa depan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *