Harga Pangan Terjangkau, Inflasi Terkendali! GPM Hadir di Jantung Kota Watampone

Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), masyarakat mendapat kesempatan memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.
banner 325x300

NALARMEDIA.ID, BONE – Upaya menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bone.

Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), masyarakat mendapat kesempatan memperoleh berbagai kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau.

Kegiatan yang digelar Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone dan didukung Bulog ini berlangsung di alun-alun eks Pasar Sentral Watampone, Rabu (14 Oktober 2026), dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia ke-46.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), berharap kegiatan GPM dapat dilaksanakan secara berkesinambungan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.

“Sehingga masyarakat bisa mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Dengan begitu, program ini benar-benar membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli mereka,” tutur BupAAS.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Andi Zainal Wahyudi, S.E., M.Si., mengatakan Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu langkah nyata pemerintah untuk memastikan masyarakat dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar.

Menurutnya, keterjangkauan harga pangan merupakan aspek penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Terlebih, kebutuhan pangan menjadi bagian mendasar dalam kehidupan sehari-hari yang harus tetap terpenuhi di tengah dinamika harga pasar.

Bukan Sekadar Pangan Murah

Lebih lanjut, Andi Zainal menjelaskan, Gerakan Pangan Murah bukan sekadar menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau.

Program ini juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berupaya mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan pokok dengan harga yang wajar.

Ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa terbebani kenaikan harga yang berlebihan.

Stabilitas harga pangan juga memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat. Sebab, perubahan harga komoditas pangan dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran rumah tangga dan dinamika inflasi daerah.

Karena itu, pelaksanaan GPM menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat keterjangkauan pangan sekaligus menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Libatkan Kelompok Tani hingga Pelaku Usaha

Kegiatan Gerakan Pangan Murah di Watampone turut dimeriahkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis, Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok tani (Poktan), serta pihak swasta lainnya.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Sinergi pemerintah, kelompok tani, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendukung kelancaran distribusi pangan serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.

Melalui momentum peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46, Pemerintah Kabupaten Bone berharap Gerakan Pangan Murah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Pelaksanaan yang berkesinambungan diharapkan tidak hanya membantu masyarakat memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Bone.

Dengan demikian, GPM diharapkan menjadi salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjaga kesejahteraan keluarga. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *