Stok Pupuk Bersubsidi Wajo Tembus 8.566 Ton, Pupuk Indonesia Pastikan Petani Siap Hadapi Musim Tanam!

PT Pupuk Indonesia bersama Dirjen Hortikultura Bapak Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si.
banner 325x300

WAJO, NALARMEDIA.ID – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi bagi petani di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Dengan total stok mencapai 8.566 ton, PT Pupuk Indonesia memastikan pasokan pupuk tetap tersedia untuk mendukung kelancaran musim tanam.

Komitmen PT Pupuk Indonesia tersebut mengemuka dalam kegiatan Tudang Sipulung yang dilaksanakan Kementerian Pertanian (Kementan) RI bersama Pemerintah Kabupaten Wajo di Kecamatan Majauleng, Rabu (14/10/2026).

PT Pupuk Indonesia bersama Bupati Wajo H. Andi Rosman, S.Sos., M.M.

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, pemangku kepentingan sektor pertanian, dan penyedia pupuk dalam memastikan kebutuhan petani terpenuhi, terutama menjelang musim tanam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si.

PT Pupuk Indonesia turut diwakili Manager Penjualan Sulsel 1, Rohandi Fadilah, serta Account Executive Perwakilan Pupuk Indonesia, Syarifuddin.

SM Regional 4A, Sukodim, menjelaskan bahwa alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Wajo mencapai 63.391 ton.

Dari jumlah tersebut, PT Pupuk Indonesia telah menyalurkan sebanyak 42.924 ton atau sekitar 68 persen dari total alokasi.

Capaian penyaluran Pupuk Indonesia tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan dapat diakses petani sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pupuk Indonesia berkomitmen menjaga pasokan stok pupuk sampai di tingkat PPTS/pengecer guna sebagai persiapan memasuki musim tanam,” tutur Sukodim.

Stok 8.566 Ton, Perkuat Kesiapan Petani

Komitmen PT Pupuk Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui penyaluran pupuk, tetapi juga dengan menjaga ketersediaan stok di berbagai titik distribusi agar kebutuhan petani dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Berdasarkan data PT Pupuk Indonesia, stok pupuk bersubsidi di gudang penyangga Pupuk Indonesia di Kabupaten Wajo mencapai 6.435 ton.

Sementara itu, stok yang tersedia di tingkat PPTS atau pengecer tercatat sebanyak 2.131 ton.

Dengan demikian, total stok pupuk bersubsidi yang tersedia di Kabupaten Wajo mencapai 8.566 ton.

Ketersediaan tersebut menjadi salah satu langkah antisipatif untuk mendukung kebutuhan petani memasuki musim tanam, sekaligus memperkuat kesiapan distribusi pupuk hingga mendekati tingkat pengguna akhir.

Keberadaan stok di gudang penyangga dan tingkat pengecer juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.

Dengan distribusi yang terjaga, petani diharapkan dapat memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan jadwal pemupukan.

Perkuat Sinergi, Dukung Produktivitas Pertanian

Melalui momentum Tudang Sipulung, PT Pupuk Indonesia menegaskan pentingnya sinergi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang terlibat dalam tata kelola pupuk bersubsidi.

Perusahaan berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan, memperkuat koordinasi distribusi, dan memastikan penyaluran pupuk berjalan sesuai alokasi serta ketentuan pemerintah.

Selain itu, pengawasan distribusi dan koordinasi dengan jaringan penyalur menjadi bagian penting untuk menjaga agar pupuk tersedia di titik-titik yang dibutuhkan petani, khususnya saat memasuki periode tanam.

Upaya tersebut sejalan dengan kebutuhan Kabupaten Wajo sebagai salah satu daerah yang memiliki peran penting dalam sektor pertanian di Sulawesi Selatan.

Bagi petani, kepastian pupuk bukan sekadar persoalan ketersediaan barang, melainkan juga berkaitan erat dengan ketepatan waktu tanam, kelancaran pemeliharaan tanaman, dan upaya menjaga produktivitas hasil panen.

Karena itu, PT Pupuk Indonesia terus memperkuat komitmennya untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional melalui penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi yang tepat sasaran.

Dengan dukungan stok yang tersedia serta sinergi lintas sektor, diharapkan kebutuhan pupuk petani di Kabupaten Wajo dapat terpenuhi dengan lebih baik sehingga musim tanam berlangsung lancar dan produktivitas pertanian terus meningkat. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *