Bupati Lutim Irwan Bachri Syam Buka Suara soal Padi Terdampak Tumpahan MFO

Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam.
banner 325x300

LUWU TIMUR, NALARMEDIA.ID – Keresahan petani di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, menyusul insiden tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO), mulai menemui titik terang.

Hasil pengujian laboratorium terhadap gabah dari lahan percontohan (demplot) menunjukkan padi yang diuji memenuhi standar mutu dan keamanan pangan sehingga dinyatakan aman dikonsumsi.

Kabar tersebut disambut optimistis Bupati Luwu Timur (Lutim), Irwan Bachri Syam.

Ia berharap petani dapat segera kembali menggarap sawah mereka dan memulai musim tanam kedua setelah hasil pengujian dipaparkan.

Dalam kegiatan Pemaparan Hasil Uji Demplot Penanaman Padi yang berlangsung di Kantor Bupati Luwu Timur, Irwan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden kebocoran pipa minyak tersebut.

Menurutnya, proses penanganan yang dilakukan bersama-sama telah mencakup pembersihan area terdampak, identifikasi objek yang terkena dampak, pembayaran kompensasi, pendampingan melalui program demplot padi, hingga pengujian hasil panen di laboratorium.

“Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan,” ungkap Irwan.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi petani yang selama ini menantikan kepastian mengenai keamanan hasil panen dan keberlanjutan aktivitas pertanian mereka setelah insiden tumpahan MFO.

Bupati Pastikan Petani Tak Berjalan Sendiri

Irwan menegaskan, pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak membutuhkan dukungan bersama, bukan hanya untuk memastikan keamanan hasil panen, tetapi juga mengembalikan kepercayaan petani agar kembali berproduksi.

Ia menyebutkan, PT Vale Indonesia Tbk akan mendampingi pelaksanaan musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit kepada petani. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan serupa.

“Saya berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan kita. Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit. Kami dari Pemda Luwu Timur juga siap memberikan bantuan bibit,” tegasnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor persawahan.

Bagi petani, kepastian mengenai keamanan pangan menjadi hal penting agar hasil panen dapat dimanfaatkan dan dipasarkan tanpa dibayangi kekhawatiran atas dampak pencemaran.

Vale Gandeng Sejumlah Laboratorium dan Institusi Ahli

PT Vale Indonesia Tbk menyatakan bahwa pengujian padi merupakan bagian dari rangkaian remediasi dan pemulihan lahan pertanian yang dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Untuk memastikan hasil pengujian dilakukan melalui pendekatan ilmiah, perusahaan berkolaborasi dengan sejumlah institusi, antara lain IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur.

Hasil pengujian terhadap sampel gabah atau padi yang dipanen dari area demplot menyatakan bahwa sampel yang diuji memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus, mengatakan perusahaan berupaya memastikan lahan pertanian yang terdampak dapat kembali produktif dan aktivitas ekonomi masyarakat berjalan normal.

“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga,” ujar Yusri.

Ia menambahkan, hasil pengujian laboratorium independen menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memberikan kepastian berbasis ilmiah mengenai hasil pertanian dari area demplot yang diuji.

Pendampingan pertanian juga telah dilakukan selama satu siklus budidaya penuh, mulai Februari hingga September 2026, di sejumlah lokasi terdampak, yakni Desa Lioka Dusun Molindowe, Lioka Dusun Polapi, Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.

Petani Sambut Hasil Pengujian

Optimisme untuk kembali menanam padi juga disampaikan Mursalim, petani asal Desa Timampu. Ia menilai hasil pengujian yang dipaparkan menjadi dasar penting bagi petani untuk melanjutkan kegiatan pertanian.

“Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi,” kata Mursalim.

Hasil pengujian tersebut diharapkan menjadi langkah penting dalam memulihkan kepercayaan petani sekaligus mendorong percepatan musim tanam kedua di wilayah terdampak.

Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dan pendampingan PT Vale Indonesia, pemulihan lahan pertanian kini diarahkan pada keberlanjutan produksi, keamanan pangan, serta perlindungan mata pencaharian masyarakat.

Meski hasil pengujian demplot memberikan kepastian bagi sampel yang diperiksa, pengawasan dan pendampingan tetap penting untuk memastikan kegiatan pertanian berikutnya berjalan dengan baik dan petani dapat kembali berproduksi dengan tenang. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *