Teng-Teng hingga Keripik Nangka, UMKM Binaan Vale Curi Perhatian di HUT Sulsel ke-357 di Makassar

Aneka camilan khas daerah menjadi daya tarik tersendiri dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (17 Oktober 2026).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Aneka camilan khas daerah menjadi daya tarik tersendiri dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu (17 Oktober 2026).

Di antara produk yang dipamerkan, jajanan lokal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan PT Vale Indonesia Tbk mencuri perhatian pengunjung.

Beragam produk kuliner, mulai dari teng-teng, keripik nangka, keripik singkong, hingga aneka jajanan tradisional lainnya, turut meramaikan Expo UMKM dan Kuliner yang dipusatkan di Lapangan Hasanuddin, Makassar.

Produk-produk tersebut merupakan hasil usaha masyarakat dari wilayah operasional Vale Indonesia di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.

Kehadirannya menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat yang lebih luas.

Tak sekadar memamerkan aneka camilan, keikutsertaan Vale Indonesia juga menjadi bagian dari upaya memperluas promosi produk lokal sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku usaha kecil agar semakin berkembang.

Partisipasi ini menegaskan bahwa potensi ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor industri berskala besar, tetapi juga pada kreativitas dan kemampuan masyarakat dalam mengolah produk lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi.

PT Vale Indonesia Tbk, yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menghadirkan UMKM binaannya sebagai wujud dukungan terhadap pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Director and Chief of Project Officer Vale Indonesia, Muhammad Asril menjelaskan bila pengembangan UMKM menjadi salah satu fokus program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.

“UMKM lokal tentu menjadi bagian yang sangat penting dari perjalanan pertumbuhan kami. Program pemberdayaan UMKM merupakan salah satu komitmen kami untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan perekonomian daerah, seiring dengan pertumbuhan usaha,” sebut Asril.

Menurutnya, investasi perusahaan di Luwu Timur juga berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, dampak positif investasi perlu diperkuat melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat.

UMKM Lokal dan Peluang Ekonomi Daerah

Kehadiran UMKM binaan Vale Indonesia dalam perayaan HUT Sulsel ke-357 menjadi ruang promosi bagi produk-produk lokal yang memiliki potensi untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Produk seperti teng-teng, keripik nangka, dan keripik singkong menunjukkan beragamnya olahan pangan yang dikembangkan masyarakat. Melalui kegiatan pameran, pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produknya, membangun jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha.

Selain pameran UMKM, Vale Indonesia juga berpartisipasi dalam pembukaan peluang kerja melalui kegiatan job fair yang dimulai pada Jumat (16/10/2026). Program tersebut memberikan akses kepada masyarakat Sulawesi Selatan untuk memperoleh kesempatan berkarier di Vale Indonesia maupun perusahaan mitranya.

Dengan demikian, partisipasi perusahaan dalam rangkaian HUT Sulsel tidak hanya berkaitan dengan promosi produk, tetapi juga mencakup upaya memperluas akses ekonomi dan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Ekspor Nikel Jadi Penopang Ekonomi Sulsel

Di sisi lain, sektor pertambangan dan komoditas nikel turut memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan yang disampaikan pada 1 Oktober 2026, ekspor nikel sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai USD 584,16 juta atau sekitar Rp10,55 triliun.

Nilai tersebut berkontribusi sebesar 57,11 persen terhadap total ekspor Sulawesi Selatan secara year-to-date (YTD), yang tercatat mencapai sekitar USD 1,02 miliar.

Kepala BPS Sulawesi Selatan, Aryanto, juga menyebutkan bahwa ekspor melalui Pelabuhan Malili, yang menjadi salah satu jalur pengapalan komoditas nikel, mencapai USD 581 juta sepanjang Januari–Agustus 2026.

Di tengah kontribusi sektor industri terhadap perekonomian daerah, pengembangan UMKM menjadi bagian penting dalam memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi agar dapat dirasakan masyarakat melalui usaha produktif dan penciptaan peluang kerja.

Melalui partisipasi dalam HUT Sulsel ke-357, Vale Indonesia mendorong agar produk-produk lokal, termasuk aneka kuliner khas Luwu Timur, semakin dikenal dan memiliki kesempatan untuk berkembang di pasar yang lebih luas. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *