BONE, NALARMEDIA.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kembali mendapat pengakuan.
Kabupaten Bone menerima penghargaan Jamsostek Award Tahun 2026 Provinsi Sulawesi Selatan, yang diserahkan dalam kegiatan penganugerahan Jamsostek Award 2026.
Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), yang hadir mewakili Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).
Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus memperkuat upaya perlindungan sosial bagi pekerja, khususnya pekerja rentan, pekerja sektor informal, serta kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan aktivitas ekonominya.
Jaminan sosial ketenagakerjaan tidak sekadar memberikan perlindungan ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja atau risiko kehilangan penghasilan akibat kondisi tertentu.
Lebih dari itu, program ini menjadi salah satu instrumen untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat pekerja.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kabupaten Bone. Kami ingin para pekerja, termasuk pekerja rentan dan sektor informal, mendapatkan perlindungan yang layak agar mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan keluarga mereka memiliki jaminan ketika menghadapi risiko,” tutur BupAAS.
Menurutnya, perlindungan terhadap pekerja merupakan bagian penting dari pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan rasa aman masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan, sekaligus memperkuat sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., (AAP) menegaskan bahwa penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Bone harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperluas jangkauan perlindungan bagi pekerja.
“Penghargaan ini bukan sekadar seremoni atau kebanggaan bagi pemerintah daerah. Ini adalah tanggung jawab untuk memastikan semakin banyak pekerja di Kabupaten Bone yang memperoleh perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kami ingin manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat, terutama mereka yang selama ini bekerja dengan tingkat risiko tinggi,” ucap AAP.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, dan masyarakat sangat diperlukan agar perlindungan bagi pekerja dapat menjangkau lebih banyak kelompok, termasuk pelaku UMKM dan pekerja sektor informal.
Menurut AAP, keberhasilan program jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya diukur dari penghargaan yang diperoleh, tetapi juga dari semakin luasnya kepesertaan, meningkatnya kesadaran masyarakat, serta hadirnya perlindungan nyata ketika pekerja menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaannya.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap capaian tersebut menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan memperkuat program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Melalui semangat pembangunan BerAmal, Pemkab Bone berupaya memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menghadirkan kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan rasa aman, perlindungan, dan kesempatan hidup yang lebih baik bagi masyarakat pekerja.
Penghargaan Jamsostek Award 2026 pun diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat komitmen tersebut, sehingga semakin banyak pekerja di Kabupaten Bone yang terlindungi dan dapat menjalankan aktivitas ekonomi dengan lebih aman dan bermartabat. (red)















