BONE, NALARMEDIA.ID – Di tengah musim kemarau panjang yang memicu krisis air bersih, Satpolairud Polres Bone hadir membawa bantuan bagi warga pesisir. Langkah cepat ini menjadi bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Bantuan air bersih tersebut disalurkan kepada warga yang bermukim di sekitar Kantor Satpolairud Polres Bone, Rabu (21/10/2026). Penyaluran berlangsung di halaman kantor Satpolairud dan dihadiri langsung Kapolres Bone, AKBP Astoto Budi R., S.H., S.I.K., M.H.
Kasat Polairud Polres Bone, AKP Agustang, S.H., M.Si., mengatakan bantuan tersebut merupakan respons atas kondisi kekeringan berkepanjangan yang berdampak pada ketersediaan air bersih masyarakat.
Menurutnya, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang tidak bisa ditunda. Karena itu, kehadiran Polri diharapkan dapat membantu meringankan beban warga yang tengah menghadapi keterbatasan pasokan air.
“Polisi Bersama Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh warga. Kami ingin kehadiran Polri memberikan manfaat, membantu mengatasi kesulitan masyarakat, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat,” ungkap Agustang.
Ia menegaskan, kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membangun kedekatan sekaligus memperkuat kepercayaan publik.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi semangat Polisi Bersama Masyarakat, sejalan dengan tagline Kapolri, “Salam Polisi”, yang dijawab dengan “Polisi Bersama Masyarakat”.
Warga Berharap Bantuan Berlanjut
Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan tersebut menjadi angin segar di tengah terbatasnya ketersediaan air bersih. Respons cepat jajaran Satpolairud Polres Bone pun mendapat apresiasi dari masyarakat penerima bantuan.
Salah seorang warga, Jamal, menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Bone beserta jajarannya yang dinilai sigap merespons keluhan masyarakat terkait krisis air bersih.
“Terima kasih kepada Bapak Kapolres Bone atas kesigapan anggotanya dalam menerima keluh kesah warga mengenai kekeringan panjang yang terjadi saat ini. Dengan cepat, bantuan air bersih didistribusikan,” ujar Jamal.
Ia berharap penyaluran bantuan serupa dapat terus dilakukan selama masyarakat masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Jamal, ketersediaan air menjadi persoalan mendesak bagi warga, terutama ketika musim kemarau berkepanjangan membuat pasokan air semakin terbatas.
“Semoga bantuan ini dapat terus berkelanjutan, karena saat ini kami benar-benar mengalami krisis air bersih. Semoga musim kemarau ini segera berlalu,” tutupnya.
Aksi kemanusiaan tersebut menjadi pengingat bahwa kehadiran aparat tidak hanya dibutuhkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dalam membantu masyarakat menghadapi kesulitan sehari-hari.
Di tengah ancaman kekeringan, setetes kepedulian dan bantuan air bersih memiliki arti besar bagi warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. (rls/red)















