BONE, NALARMEDIA.ID – Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 174 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan memasuki masa purna bakti mulai 1 Januari 2027.
Tak sekadar menyerahkan SK, BupAAS juga menitipkan pesan menyentuh kepada para calon pensiunan agar tetap menjaga silaturahmi, merawat semangat pengabdian, dan terus produktif meski tak lagi mengenakan seragam aparatur sipil negara (ASN).
Pesan tersebut disampaikan saat BupAAS membuka Sosialisasi Program Taspen Group di Baruga La Teya Ri Duni, Kabupaten Bone, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edi Saputra Syam, S.STP., M.Si., Kepala Cabang Bank Mandiri Sahala, Kepala Kantor PT Taspen Cabang Bone Tejo Aditry, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.
Dalam sambutannya, BupAAS menegaskan bahwa penyerahan SK pensiun merupakan bentuk kepastian hukum sekaligus kepastian hak administratif bagi para PNS yang akan mengakhiri masa tugasnya.
“Penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun yang TMT-nya mulai 1 Januari 2027 ini merupakan bentuk kepastian hukum sekaligus kepastian hak administratif kepegawaian bagi bapak dan ibu,” tutur BupAAS.
Menurutnya, memasuki masa pensiun membutuhkan kesiapan yang matang, bukan hanya dari sisi administrasi dan keuangan, tetapi juga mental, fisik, serta kemampuan mengelola aktivitas sehari-hari.
Karena itu, ia berharap para calon purna bakti dapat mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani masa pensiun secara tenang, percaya diri, dan bahagia bersama keluarga.
BupAAS Ajak Pensiunan Beternak dan Berkebun
BupAAS juga mengingatkan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari kesempatan untuk berkarya. Sebaliknya, masa tersebut dapat menjadi babak baru untuk menjalani aktivitas produktif yang selama ini mungkin belum sempat dilakukan.
Ia mendorong para pensiunan agar tetap aktif melalui berbagai kegiatan positif, seperti beternak, berkebun, maupun mengembangkan usaha sesuai minat dan kemampuan masing-masing.
Dengan aktivitas produktif tersebut, para pensiunan diharapkan tetap sehat, mandiri, dan memiliki semangat menjalani kehidupan setelah bertahun-tahun mengabdi kepada negara.
Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa pengalaman, kedisiplinan, dan keterampilan yang diperoleh selama menjadi aparatur dapat menjadi modal berharga untuk menjalani kehidupan baru di tengah masyarakat.
Taspen Jadi Bekal Menghadapi Masa Purna Bakti
Selain penyerahan SK, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Program Taspen Group yang dinilai memiliki arti strategis dalam mempersiapkan kesejahteraan para calon pensiunan.
BupAAS berharap melalui sosialisasi tersebut, peserta dapat memahami hak dan kewajiban sebagai peserta Taspen, termasuk berbagai program jaminan pensiun, jaminan hari tua, serta layanan investasi dan perlindungan finansial lainnya yang dikelola Taspen Group.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar para calon purna bakti dapat merencanakan kondisi keuangan secara lebih bijak dan menjalani masa pensiun dengan rasa aman.
“Selain itu, kita juga mengikuti rangkaian sosialisasi Program Taspen Group, yaitu kegiatan yang memiliki arti strategis yang sangat besar bagi kesiapan finansial dan kesejahteraan di masa pensiun,” lanjutnya.
“Tidak Boleh Ada Kata Putus”
Di penghujung sambutannya, BupAAS menyampaikan apresiasi kepada seluruh PNS yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Ia berpesan agar para pensiunan senantiasa menjaga kesehatan, mempertahankan semangat berkarya, dan tetap menjadi teladan di lingkungan masing-masing.
BupAAS juga menegaskan bahwa berakhirnya masa tugas sebagai PNS tidak berarti hubungan dengan pemerintah daerah ikut berakhir.
“Pintu komunikasi dan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Bone akan selalu terbuka lebar bagi para pensiunan,” tuturnya.
“Terima kasih atas pengabdiannya selama ini. Tetap jaga silaturahmi. Tidak boleh ada kata putus,” sambung BupAAS.
Pesan tersebut menegaskan penghargaan Pemerintah Kabupaten Bone terhadap perjalanan pengabdian para PNS. Meski kelak tak lagi bertugas di kantor pemerintahan, mereka tetap menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan kontribusi berharga bagi daerah.
Bagi 174 calon purna bakti tersebut, penyerahan SK pensiun bukan sekadar penanda berakhirnya masa kerja, melainkan awal perjalanan baru untuk menikmati waktu bersama keluarga, menjaga kesehatan, dan melanjutkan pengabdian melalui cara-cara yang berbeda.
Pensiun boleh mengakhiri masa tugas, tetapi semangat untuk berkarya dan mengabdi tidak harus ikut berhenti. (red)















