KOLAKA, NALARMEDIA – PT Vale Indonesia Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa ikut berkontribusi dalam langkah menekan angka stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.
Seperti yang dilakukan di Kecamatan Pomalaa dengan berkolaborasi bersama Puskesmas Pomalaa.
Komitmen PT Vale Indonesia Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa diwujudkan dengan menyukseskan Program layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Puskesmas Pomalaa, Senin (30 Maret 2026).
Langkah nyata PT Vale Indonesia Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa dengan menghadirkan layanan dokter spesialis secara langsung bagi masyarakat.
Penanggung jawab medis PT Vale IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak.
“Program ini kami rancang untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak serta menekan angka kematian ibu dan risiko penyakit pada anak, termasuk stunting,” ungkapnya.
Ia menyebut, kegiatan ini terdiri dari delapan kunjungan dokter spesialis, meliputi empat kunjungan dokter spesialis anak dan empat kunjungan dokter spesialis kandungan di wilayah Pomalaa dan Baula.
Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah mendeteksi dini risiko stunting pada anak, terutama dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan yang menjadi fase krusial tumbuh kembang.
“Kalau deteksi dilakukan sejak dini, penanganannya akan lebih optimal. Tapi kalau terlambat, akan lebih sulit memperbaiki kondisi anak,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, PT Vale berperan menyediakan tenaga dokter spesialis, sementara pihak puskesmas melakukan pendataan dan skrining pasien.
Pasien yang terindikasi membutuhkan penanganan lanjutan akan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, seperti RSUD Benyamin Guluh.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Alriyani Hamzah, menyambut baik program tersebut karena dinilai sangat membantu mendekatkan layanan kesehatan spesialis kepada masyarakat.
“Biasanya kami harus merujuk pasien ke rumah sakit di Kolaka, tapi sekarang dokter spesialis sudah datang langsung ke puskesmas, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat dan mudah,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dalam upaya pencegahan stunting, terutama bagi anak-anak dengan berat badan rendah atau pertumbuhan yang tidak optimal.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya sekali, tapi berkelanjutan agar ada pemantauan perkembangan anak secara berkala,” sambungnya.
Adapun Dokter Spesialis Anak, dr. Apriani Aridan, Sp.A, menjelaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan pemantauan jangka panjang.
“Stunting itu adalah kondisi malnutrisi kronis, jadi tidak bisa ditentukan hanya dari satu kali pemeriksaan. Harus ada follow up secara rutin,” jelasnya.
Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup serta rutin memeriksakan kesehatan di posyandu maupun fasilitas kesehatan.
Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa pencegahan stunting sudah harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan rutin dan pemenuhan nutrisi ibu.
Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting di wilayah operasional PT Vale, khususnya di Kecamatan Pomalaa dan Baula. (ADV)















