BONE, NALARMEDIA — Komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang modern, efektif, dan berbasis digital kembali ditunjukkan RSUD Datu Pancaitana Bone melalui inovasi bertajuk E-DESTINASI.
Atas inovasi tersebut, Direktur RSUD Datu Pancaitana, Muhamad Rostang, S.E., SKM., M.Kes menerima Piagam Penghargaan dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) pada ajang Bone Innovation Award 2026 yang digelar di Gedung PKK Bone, Selasa (12 Mei 2026).
Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bone terhadap upaya RSUD Datu Pancaitana dalam mendorong transformasi pelayanan rumah sakit melalui pemanfaatan teknologi digital, khususnya di bidang pelayanan gizi pasien.
Muhamad Rostang menjelaskan, inovasi E-DESTINASI hadir untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan di rumah sakit, terutama dalam pengelolaan distribusi makanan dan pengaturan diet pasien.
Menurutnya, sistem tersebut mampu mempercepat akses data terkait permintaan, pembatalan, hingga perubahan diet pasien secara real-time dibandingkan sistem pencatatan manual yang sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama.
“Melalui E-DESTINASI, proses pengelolaan data pasien menjadi lebih cepat, akurat, dan mudah diakses sehingga pelayanan kepada pasien juga semakin optimal,” ujarnya.
Selain meningkatkan efektivitas waktu dan manajemen pelayanan, inovasi tersebut juga dinilai mampu menciptakan efisiensi sumber daya karena mengurangi penggunaan dokumen fisik atau kertas secara signifikan.
Data yang tersimpan dalam format elektronik memudahkan proses berbagi informasi antar petugas dan mempercepat koordinasi pelayanan di lingkungan rumah sakit.
Tak hanya itu, E-DESTINASI juga membantu meminimalkan risiko kesalahan manusia (human error) dalam pencatatan diet maupun pelabelan makanan pasien.
Dengan sistem digital yang lebih detail dan terintegrasi, informasi terkait kebutuhan gizi pasien menjadi lebih konsisten dan akurat.
Rostang menambahkan, inovasi tersebut turut mendukung peningkatan mutu pelayanan rumah sakit melalui ketepatan waktu distribusi makanan dan koordinasi perencanaan diet pasien yang lebih baik.
“Inovasi ini juga memberikan kemudahan akses karena informasi dapat dibuka dari mana saja, baik melalui komputer maupun ponsel, tidak lagi terbatas hanya di ruang Instalasi Gizi,” jelasnya.
Ajang Bone Innovation Award 2026 sendiri menjadi wadah apresiasi bagi perangkat daerah dan instansi yang berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penghargaan yang diterima RSUD Datu Pancaitana diharapkan menjadi motivasi untuk terus melahirkan inovasi-inovasi baru demi mendukung pelayanan kesehatan yang semakin cepat, tepat, dan berkualitas di Kabupaten Bone. (red)















