BONE, NALARMEDIA – Pagi Hari Pendidikan Nasional di Lapangan Merdeka, Sabtu (2 Mei 2026), tak hanya dipenuhi semangat mengenang perjuangan pendidikan. Di tengah khidmat upacara, terselip pula pesan penting tentang arti pengabdian, tanggung jawab, dan kerja nyata untuk daerah.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman yang akrab disapa BupAAS, menyerahkan Piagam Penghargaan kepada empat camat yang dinilai berhasil menuntaskan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) di wilayahnya masing-masing.
Empat camat tersebut yakni Camat Sibulue, Camat Tellu Limpoe, Camat Ponre, dan Camat Bontocani.
Penghargaan itu bukan sekadar simbol administratif, melainkan bentuk penghormatan atas dedikasi aparatur yang mampu membangun kesadaran masyarakat sekaligus memperlihatkan kepemimpinan yang bekerja hingga ke akar-akar pelayanan publik.
Dalam suasana penuh kebersamaan, BupAAS menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat kerja para camat yang mampu menunjukkan kinerja luar biasa di tengah tantangan pelayanan pemerintahan yang semakin kompleks.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi contoh bahwa pembangunan daerah tidak hanya lahir dari program besar, tetapi juga dari kedisiplinan, tanggung jawab, dan ketulusan menjalankan amanah.
“Ini adalah bentuk kerja nyata yang patut diapresiasi. Saya berharap camat lainnya juga terus menghadirkan yang terbaik untuk masyarakat dan daerah,” kata BupAAS.
Momentum penyerahan penghargaan pada peringatan Hardiknas terasa memiliki makna tersendiri. Pendidikan dan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban daerah sejatinya memiliki benang merah yang sama: membangun kesadaran kolektif demi masa depan Bone yang lebih kuat.
Di balik capaian tersebut, terdapat kerja panjang yang melibatkan komunikasi, pendekatan kepada masyarakat, hingga kemampuan membangun kepercayaan publik.
Para camat dianggap berhasil menjadikan kewajiban pajak bukan sekadar beban administratif, melainkan bagian dari partisipasi membangun daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bone, Muhammad Angkasa menjelaskan bahwa keempat camat tersebut sukses merampungkan pembayaran PBB P2 di wilayahnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Sibulue menjadi wilayah dengan proses penyelesaian tercepat, sebuah capaian yang dinilai menunjukkan koordinasi dan semangat pelayanan yang sangat baik.
“Camat Sibulue menjadi yang tercepat dalam merampungkan proses pembayaran PBB P2. Ini tentu menjadi motivasi bagi kecamatan lainnya,” jelas Muhammad Angkasa.
Penghargaan yang diserahkan di hadapan peserta upacara itu menjadi pengingat bahwa pemerintahan yang baik lahir dari kerja kolektif yang saling menguatkan. Ketika pemimpin daerah memberi apresiasi terhadap kerja-kerja kecil yang berdampak besar, maka semangat melayani akan tumbuh lebih luas di setiap sudut Bone.
Di Lapangan Merdeka pagi itu, penghargaan bukan hanya tentang piagam. Ia menjadi simbol bahwa pengabdian yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh akan selalu menemukan tempat untuk dihargai. (red)















