SELAYAR, NALARMEDIA — Wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Selayar dinilai memiliki potensi besar dalam menopang ketahanan pangan daerah melalui sektor kelautan dan perikanan.
Namun, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, melainkan juga memperhatikan kualitas, keberlanjutan, dan tata kelola industri yang modern.
Hal itulah yang menjadi perhatian Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc atau yang akrab disapa Prof JJ, saat menghadiri Diskusi Publik bertajuk “Peran Pelaku Usaha Perikanan dalam Mendukung Ketahanan Pangan Daerah” di Kampus Unhas Selayar, Sabtu (16 Mei 2026).
Dalam forum yang diikuti nelayan dan pelaku usaha perikanan tersebut, Prof JJ menegaskan bahwa masa depan sektor perikanan tidak cukup hanya bertumpu pada kemampuan budidaya.
Menurutnya, pelaku usaha harus mulai memahami tata kelola industri secara menyeluruh dengan memperkuat sistem quality control di setiap tahapan produksi.
“Bukan hanya belajar budidaya, tetapi bagaimana mampu mengelola industri perikanan yang diperkuat dengan quality control,” jelas Prof JJ.
Ia menilai, penguatan kualitas menjadi kunci utama meningkatkan daya saing sektor perikanan daerah di tengah kebutuhan pangan dan persaingan industri yang terus berkembang. Mulai dari kualitas benih, pakan, sistem budidaya, hingga pengelolaan hasil produksi harus dilakukan secara terukur dan profesional.
Sebagai daerah kepulauan yang kaya sumber daya laut, Selayar disebut memiliki peluang besar menjadi kawasan perikanan unggulan apabila dikelola melalui pendekatan ilmiah, inovatif, dan berkelanjutan.
Karena itu, Prof JJ mendorong penerapan modern aquaculture system dalam pengembangan budidaya perikanan di daerah tersebut.
Menurutnya, sistem budidaya modern memungkinkan pengawasan kualitas dilakukan lebih efektif dan efisien sehingga produktivitas dapat meningkat tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem laut.
Tak hanya berbicara soal produksi, Prof JJ juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan sumber daya laut.
Ia menekankan agar masyarakat tidak melakukan penangkapan ikan berukuran kecil yang dapat mengganggu siklus pertumbuhan ikan dan merusak keseimbangan ekosistem.
Diskusi publik tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka antara akademisi dan masyarakat pesisir.
Para peserta turut menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengembangan sektor perikanan, termasuk persoalan penyakit ikan yang kerap memengaruhi produktivitas budidaya.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar serta Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Selayar. Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi kelautan berbasis potensi lokal.
Forum bersama nelayan dan pelaku usaha perikanan tersebut merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Rektor Unhas di Selayar.
Selain berdiskusi dengan masyarakat pesisir, Prof JJ juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan mess dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi Unhas Kampus Selayar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Unhas kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kontribusi akademik dan pendampingan berbasis ilmu pengetahuan guna mendukung pembangunan daerah kepulauan, khususnya dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. (rls/red)















