BONE, NALARMEDIA — Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin menghadiri Wisuda Tahfidz 10, 20, dan 30 Juz, Wisuda Mumtaz Angkatan III, serta Penamatan Santri Pondok Pesantren Modern Al-Junaidiyah Biru Tahun 2026 yang berlangsung di Sentosa Ballroom Novena, Ahad (24 Mei 2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh haru dengan dihadiri unsur Forkopimda Bone, tokoh agama, pimpinan perguruan tinggi, jajaran Kementerian Agama, pengurus yayasan, guru, pembina pondok pesantren, hingga orang tua santri.
Sebanyak 298 santri mengikuti prosesi wisuda dan penamatan dari berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya, wisuda tahfidz 30 juz sebanyak 13 santri, 20 juz sebanyak 30 santri, dan 10 juz sebanyak 42 santri.
Selain itu, santri dari Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, PDF Wustha, hingga PDF Ulya turut mengikuti penamatan pendidikan. Pada kesempatan tersebut juga digelar Wisuda Mumtaz Angkatan III bagi 44 santri terbaik.
Dalam sambutannya, Wabup Andi Akmal memberikan apresiasi kepada pimpinan pondok pesantren, panitia, serta seluruh tenaga pendidik atas dedikasi mereka dalam membina dan mencetak generasi muda Islam di Kabupaten Bone.
Menurutnya, wisuda tahfidz bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi menjadi simbol lahirnya generasi penjaga Al-Qur’an yang siap membawa nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.
“Pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” tuturnya.
Andi Akmal Pasluddin juga mengaku bangga terhadap para hafiz dan hafizah yang mampu menyelesaikan hafalan 10, 20 hingga 30 juz Al-Qur’an di tengah tantangan perkembangan zaman dan era digital saat ini.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone akan terus mendukung keberadaan lembaga pendidikan keagamaan serta memperkuat sinergi dengan pondok pesantren dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Junaidiyah Biru, Abul Khair menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia berharap para santri dapat terus menjaga akhlak, tawadhu, serta mengamalkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di pondok pesantren ketika kembali ke tengah masyarakat.
Prosesi wisuda berlangsung penuh rasa syukur dan kebanggaan, terutama saat para santri menerima penghargaan atas capaian hafalan Al-Qur’an yang telah mereka selesaikan. (red)















