Ketua WALUBI Sulsel Maknai Waisak 2570 BE sebagai Momentum Menebar Manfaat bagi Sesama

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan, Henry Sumitomo (ketiga dari kiri) berfoto bersama Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar dan Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie. (ist)
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Peringatan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang jatuh pada 2026 menjadi momentum refleksi bagi umat Buddha untuk terus menebarkan kebaikan, kasih sayang, dan manfaat bagi sesama manusia.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Sulawesi Selatan, Henry Sumitomo, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya.

Menurut Henry Sumitomo, peringatan Waisak bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Selamat Hari Raya Waisak 2026. Semoga setiap langkah yang kita tempuh membawa manfaat bagi sesama,” tutur Henry Sumitomo dalam pesannya memperingati Hari Raya Waisak, Ahad (31 Mei 2026).

Ia menuturkan bahwa ajaran Buddha mengajarkan pentingnya hidup dalam kedamaian, cinta kasih, welas asih, serta kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Karena itu, Waisak menjadi pengingat bagi setiap individu untuk terus berbuat baik, menjaga harmoni, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat.

Menurutnya, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Waisak sangat relevan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial perlu terus ditumbuhkan agar tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan saling menghormati.

Henry juga berharap peringatan Waisak tahun ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk memperbanyak perbuatan baik dan menjadikan setiap langkah kehidupan sebagai jalan untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.

“Peringatan Waisak mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diperoleh untuk diri sendiri, tetapi juga ketika kita mampu memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi sesama,” tuturnya.

Dengan semangat Waisak 2570 BE, umat Buddha diharapkan terus menebarkan nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, dan persaudaraan sebagai fondasi membangun kehidupan yang harmonis dan penuh kasih. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *