MAKASSAR,NALARMEDIA – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar kembali menorehkan capaian akademik melalui pelaksanaan Wisuda ke-88 yang berlangsung di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu (21/6).
Sebanyak 1.411 lulusan dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan resmi dikukuhkan dalam prosesi yang turut dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Sainstek), Prof. Dr. Fauzan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Fauzan tidak hanya memberikan pembekalan kepada para wisudawan, tetapi juga meresmikan program hilirisasi riset pengolahan sampah yang dikembangkan oleh dosen dan peneliti Unismuh Makassar.
Rektor Unismuh Makassar, Dr. Rakhim Nanda, menyampaikan bahwa wisuda merupakan momentum penting yang menandai lahirnya generasi intelektual baru yang siap mengabdikan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman untuk kemajuan masyarakat.
“Alhamdulillah, pada Wisuda ke-88 ini Unismuh Makassar kembali meluluskan 1.411 alumni. Ini merupakan amanah besar bagi kami untuk terus menghadirkan pendidikan berkualitas yang melahirkan sumber daya manusia unggul, berkarakter, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran orang tua, keluarga, dosen, dan tenaga kependidikan yang telah mendampingi mahasiswa hingga berhasil menyelesaikan studinya. Para alumni diharapkan terus meningkatkan kompetensi serta mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.
Sementara itu, dalam pembekalannya, Prof. Fauzan mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya dimulai setelah para lulusan meninggalkan bangku kuliah.
“Mereka telah lulus dari dunia akademik. Selanjutnya mereka akan memasuki kampus kehidupan yang lebih realistis, yang menuntut kemampuan berpikir analitis, kritis, dan strategis. Bekal yang diberikan perguruan tinggi menjadi modal awal untuk menghadapi tantangan tersebut,” katanya.
Menurutnya, perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Oleh karena itu, sarjana masa kini dituntut tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga fleksibilitas dan kemampuan belajar sepanjang hayat.
“Menjadi sarjana yang adaptif merupakan tuntutan yang harus dimiliki oleh setiap lulusan saat ini,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Prof. Fauzan meresmikan program hilirisasi riset pengolahan sampah yang dikembangkan Unismuh Makassar. Program tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung penyelesaian persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah yang menjadi salah satu isu prioritas nasional.
Menurutnya, kampus memiliki peran strategis dalam menghadirkan solusi berbasis riset bagi berbagai persoalan masyarakat.
“Unismuh Makassar telah menunjukkan komitmennya melalui pengembangan hasil riset yang tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi juga dikembangkan menjadi usaha pengolahan sampah yang memiliki nilai manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Melalui hilirisasi tersebut, hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana memanfaatkan sampah agar tidak lagi menjadi limbah, tetapi berubah menjadi produk yang lebih fungsional dan bernilai guna. Itulah esensi dari hilirisasi riset yang dilakukan,” pungkas Prof. Fauzan. (rls/red).















