MAKASSAR, NALARMEDIA — Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada mahasiswa dengan membagikan 10 ribu jas almamater gratis bagi mahasiswa baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027.
Program ini menjadi kabar gembira bagi ribuan calon mahasiswa karena seluruh penerima, termasuk yang lolos melalui Jalur Mandiri, berhak memperoleh jas almamater tanpa dikenakan biaya tambahan.
Penyaluran jas almamater mulai dilaksanakan sejak Senin (29 Juni 2026) untuk mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Proses distribusi berlangsung secara bertahap hingga Jumat (3 Juli 2026) berdasarkan jadwal masing-masing fakultas dan dipusatkan di Gedung Pertemuan Ilmiah (GPI) Universitas Hasanuddin.
Mahasiswa baru dapat mengambil jas almamater dengan menunjukkan bukti registrasi ulang dan/atau bukti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
Tak hanya itu, Unhas juga memberikan kemudahan bagi mahasiswa yang berasal dari luar Kota Makassar atau mengalami kendala jarak.
Mereka tetap diberi kesempatan mengambil jas almamater paling lambat tiga hari sebelum pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026.
Kebijakan tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih inklusif sekaligus memastikan seluruh mahasiswa baru dapat mengikuti rangkaian PKKMB dengan mengenakan identitas resmi Universitas Hasanuddin.
Program pembagian jas almamater gratis ini merupakan kelanjutan dari kebijakan yang mulai diterapkan pada tahun sebelumnya sebagai bagian dari transformasi layanan kemahasiswaan di lingkungan Unhas.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D., mengatakan bahwa penyediaan jas almamater secara gratis merupakan bentuk nyata komitmen universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan berpihak kepada mahasiswa.
“Jas almamater merupakan identitas resmi sekaligus simbol kebanggaan sebagai bagian dari Universitas Hasanuddin. Melalui program ini, kami ingin memastikan seluruh mahasiswa baru, tanpa memandang jalur masuk, memperoleh hak yang sama untuk mengenakan identitas almamaternya sejak awal perkuliahan,” ujar Prof. Ruslin.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian Unhas dalam membantu meringankan beban ekonomi mahasiswa dan orang tua, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap almamater sejak hari pertama bergabung sebagai bagian dari sivitas akademika.
Ia berharap program tersebut mampu memotivasi mahasiswa baru untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik, serta menjaga nama baik Universitas Hasanuddin melalui prestasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami berharap jas almamater gratis ini menjadi penyemangat bagi mahasiswa baru untuk terus berkarya, berprestasi, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa serta Universitas Hasanuddin,” harapnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan kemahasiswaan, program ini juga mendukung keseragaman identitas mahasiswa dalam berbagai kegiatan akademik, organisasi kemahasiswaan, maupun agenda resmi universitas.
Melalui Direktorat Kemahasiswaan, Unhas mengimbau seluruh mahasiswa baru agar mengikuti jadwal pengambilan sesuai fakultas masing-masing, membawa dokumen yang dipersyaratkan, serta memantau informasi resmi melalui kanal komunikasi Universitas Hasanuddin agar proses distribusi berjalan tertib dan lancar.
Dengan kebijakan ini, Unhas kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga terus menghadirkan pelayanan yang inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan mahasiswa. (*/khms/ir/red)















