BONE, NALARMEDIA — Momen hari pertama masuk sekolah menjadi pengalaman istimewa bagi banyak keluarga.
Di tengah semangat para siswa memulai tahun ajaran baru, Wakil Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan, turut ambil bagian dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah dengan mengantar putrinya, Aliya Aqilah Irwandi, ke SD 163 Lalebata, Kecamatan Lamuru, Senin (13 Juli 2026) pagi.
Mengenakan pakaian sederhana, politisi Partai Golkar itu tampak berjalan kaki bersama sang putri menuju sekolah. Kehadirannya bukan sekadar menjalankan rutinitas sebagai orang tua, tetapi menjadi bentuk nyata kasih sayang dan dukungan bagi anak di hari pertama menapaki perjalanan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Menurut Irwandi, kehadiran seorang ayah di momen seperti ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar mengantar anak ke gerbang sekolah.
“Anak-anak membutuhkan kehadiran kedua orang tuanya. Mengantar mereka ke sekolah pada hari pertama merupakan momen sederhana, tetapi memiliki makna besar dalam membangun rasa percaya diri, semangat belajar, dan kedekatan emosional dalam keluarga,” ujarnya.
Ia menilai, tindakan yang tampak sederhana itu justru dapat meninggalkan kesan mendalam yang akan terus dikenang anak hingga dewasa.
“Kelihatannya sederhana. Cuma nganter, salim, dadah, terus pulang. Tapi siapa tahu, buat anak kita ini jadi salah satu core memory (memori inti) yang bakal dia ingat sampai besar nanti,” tuturnya.
Irwandi juga mengingatkan bahwa masa kecil anak berlangsung begitu cepat. Kesempatan untuk mendampingi mereka, terutama pada momen-momen penting, tidak akan terulang ketika mereka telah beranjak dewasa.
Menurutnya, anak tidak mengukur besarnya kasih sayang dari seberapa sibuk orang tua bekerja, melainkan dari kehadiran nyata dalam setiap fase pertumbuhan mereka.
“Karena kadang, yang anak ingat bukan seberapa sibuk bapaknya, tapi kapan bapaknya hadir,” jelasnya.
Ia pun memberikan apresiasi terhadap Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang mendorong para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam proses pendidikan anak sejak dini.
Bagi Irwandi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang kuat antara keluarga dan pemerintah.
Sosok ayah, katanya, memiliki peran penting sebagai teladan dalam membentuk karakter, disiplin, dan rasa percaya diri anak.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial di awal tahun ajaran, melainkan berkembang menjadi budaya positif yang terus dilakukan oleh para orang tua di Kabupaten Bone.
“Gerakan Ayah Antar Anak ke Sekolah tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan dapat menjadi budaya positif yang terus dilakukan oleh para orang tua. Dengan sinergi antara keluarga, sekolah, dan pemerintah, diharapkan lahir generasi Bone yang cerdas, berkarakter, serta memiliki masa depan yang gemilang,” pungkasnya.
Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya dimulai di ruang kelas, tetapi juga dari perhatian, kasih sayang, dan kehadiran orang tua di setiap langkah awal kehidupan anak.
Sebab, dari momen sederhana itulah sering kali lahir kenangan yang akan melekat sepanjang hidup. (rls/red)















