MAKASSAR, NALARMEDIA – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai salah satu fondasi utama penguatan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum RI, Apri Artoto, S.T., M.P.P.M., di Sulawesi Selatan, Jumat (4 September 2026).
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Ir. H. Andi Ihsan, S.T., M.M. hadir mewakili Gubernur Sulawesi Selatan.
Andi Ihsan menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kepada jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, salah satunya program Multi Years Project (MYP) jalan provinsi dengan nilai mencapai Rp2,5 triliun.
Menurutnya, program tersebut dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan provinsi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Sulawesi Selatan.
“Dalam rangkaian kunjungan kerja ini, kami Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan beberapa program prioritas daerah yang dicanangkan oleh Bapak Gubernur Sulawesi Selatan, salah satunya Program MYP jalan provinsi senilai Rp2,5 triliun,” ungkap Andi Ihsan.
Ia menjelaskan, pembangunan jalan melalui skema tahun jamak tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jalan provinsi agar masuk dalam kategori jalan mantap.
Peningkatan kemantapan jalan diharapkan memberikan dampak berantai terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian.
Infrastruktur yang semakin baik akan mempermudah mobilitas orang dan barang, memperlancar distribusi komoditas, serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
“Program ini bertujuan bagaimana koneksitas jalan Provinsi Sulawesi Selatan masuk dalam kapasitas kategori jalan mantap hingga menimbulkan efek ekonomi Sulsel meningkat dan lancar,” jelasnya.
Mendapat Apresiasi Kementerian PU
Langkah strategis Pemprov Sulsel tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kementerian Pekerjaan Umum.
Dalam sebuah pertemuan, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemprov Sulsel yang menerapkan skema Multi Years Project (MYP) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur daerah.
Skema proyek tahun jamak dinilai menjadi langkah strategis karena memungkinkan pekerjaan infrastruktur direncanakan dan dilaksanakan secara lebih terukur serta berkelanjutan.
Kebijakan tersebut juga dinilai sebagai upaya progresif Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dalam menjawab persoalan konektivitas wilayah.
Dengan dukungan perencanaan jangka menengah dan pelaksanaan yang berkesinambungan, pembangunan jalan diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi
Pemprov Sulsel memandang pembangunan infrastruktur jalan memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerataan pembangunan.
Konektivitas yang semakin baik akan membuka akses masyarakat terhadap pusat ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai layanan publik.
Di sisi lain, sektor pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan usaha masyarakat juga akan semakin terbantu dengan tersedianya jaringan jalan yang layak.
Karena itu, program MYP jalan provinsi senilai Rp2,5 triliun menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur sekaligus memperkuat daya saing Sulawesi Selatan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum RI turut didampingi Kepala Biro Program Kementerian Pekerjaan Umum RI, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Sulawesi Selatan, serta sejumlah kepala balai di bawah Kementerian Pekerjaan Umum yang berada di Sulawesi Selatan.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan semakin memperkuat percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Dengan konektivitas jalan yang semakin mantap, Pemprov Sulsel menargetkan mobilitas masyarakat dan distribusi barang semakin lancar, sekaligus menciptakan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Red)















