Dari Presiden Pelajar ke Ruang Kelas, Zul Agung Bersiap Jadi Guru Profesional

Zul Agung
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID — Perjalanan Zul Agung di dunia pendidikan memasuki babak baru.

Pernah dipercaya sebagai Presiden Institut Pelajar Merdeka, kini ia menapaki jalur profesional sebagai pendidik setelah aktif menjadi tentor Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) serta dinyatakan lolos Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) 2026.

Perjalanan tersebut menjadi titik penting dalam pengembangan kapasitasnya di dunia pendidikan.

Pengalaman memimpin Institut Pelajar Merdeka membuat Zul Agung bersentuhan langsung dengan berbagai dinamika pelajar, mulai dari pengembangan potensi, kebutuhan pendidikan, hingga pentingnya mendorong generasi muda agar berani mengambil peran.

Dari ruang organisasi pelajar, langkahnya kemudian berlanjut ke ruang belajar.

Saat ini, Zul Agung aktif mendampingi para siswa sebagai tentor TKA dan UTBK.

Tidak sekadar mengajarkan materi dan membahas latihan soal, ia juga berupaya membantu peserta didik membangun pola belajar, mengenali potensi diri, serta mempersiapkan diri menghadapi tahapan menuju perguruan tinggi.

Baginya, pengalaman memimpin pelajar dan mendampingi mereka dalam proses belajar memiliki hubungan yang erat.

“Ketika memimpin di Institut Pelajar Merdeka, saya belajar bagaimana memahami kebutuhan dan potensi pelajar. Ketika menjadi tentor, saya belajar bagaimana mendampingi mereka secara langsung. Dua pengalaman itu menjadi bekal penting bagi saya untuk terus bertumbuh di dunia pendidikan,” ujarnya.

Kini, pengalaman tersebut mendapat ruang pengembangan baru melalui PPG 2026.

Lolos program tersebut menjadi kesempatan bagi Zul Agung untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan profesional sekaligus mempersiapkan diri menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik secara lebih matang.

Perjalanan dari organisasi kepemudaan menuju ruang kelas membuatnya memiliki pengalaman dari dua sisi.

Di ruang kepemimpinan, ia belajar memahami karakter, kebutuhan, dan aspirasi pelajar. Sementara dalam aktivitas mengajar, ia berhadapan langsung dengan beragam karakter serta kebutuhan belajar peserta didik.

Dua pengalaman itu kemudian menjadi modal untuk membangun perspektifnya tentang profesi guru.

“Bagi saya, menjadi pendidik bukan hanya tentang mengajarkan apa yang kita tahu. Lebih dari itu, seorang pendidik harus mampu menemani peserta didik menemukan arah, membangun keyakinan terhadap dirinya, dan berani memperjuangkan masa depannya,” katanya.

Bagi Zul Agung, menjadi guru bukan sekadar perubahan profesi. Perjalanan tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengabdian yang sebelumnya telah ia jalani bersama pelajar.

Dari pernah memimpin organisasi pelajar, kemudian mendampingi siswa menghadapi TKA dan UTBK, hingga kini bersiap mengikuti pengembangan profesional melalui PPG 2026, setiap fase menjadi bagian dari proses untuk memahami dunia pendidikan secara lebih dekat.

Langkah berikutnya pun semakin jelas: membawa pengalaman dari ruang kepemimpinan dan ruang belajar ke dalam profesi guru.

Ia ingin terus tumbuh bersama pelajar sekaligus menjadi bagian dari perjalanan mereka dalam menemukan potensi, menentukan arah, dan mempersiapkan masa depan. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *