Hari Kesaktian Pancasila, Ketua DPC Gerindra Bone Ahmad Zainuddin: Momentum Memperkuat Persatuan dan Pengabdian kepada Bangsa

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bone, Ahmad Zainuddin
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober menjadi momentum untuk kembali merefleksikan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara sekaligus perekat persatuan bangsa.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bone, Ahmad Zainuddin, memaknai peringatan tersebut sebagai pengingat bagi seluruh elemen bangsa agar nilai-nilai Pancasila tidak berhenti sebagai simbol, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi lelaki yang akrab disapa Tembong ini, semangat persatuan menjadi salah satu pesan penting yang perlu terus dirawat di tengah masyarakat. Perbedaan pilihan, latar belakang, maupun pandangan tidak semestinya menjadi alasan untuk memutus kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.

“Pancasila harus kita maknai sebagai nilai yang hidup dalam keseharian. Persatuan, gotong royong, saling menghormati dan kepedulian terhadap sesama harus terus kita jaga,” pesan Tembong dalam momentum tersebut.

Ia juga menempatkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, kecintaan terhadap bangsa tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kerja nyata dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan kiprah DPC Gerindra Bone yang dalam sejumlah kegiatan sebelumnya menekankan pentingnya kader memiliki karakter, disiplin, solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman

Di era digital, nilai persatuan juga menghadapi tantangan baru. Arus informasi yang begitu cepat dapat menjadi ruang bertemunya gagasan positif, tetapi sekaligus berpotensi memunculkan hoaks, disinformasi, ujaran kebencian dan narasi yang memecah belah.

Karena itu, semangat Hari Kesaktian Pancasila dapat menjadi pengingat agar masyarakat tetap mengedepankan sikap saling menghargai, tidak mudah terprovokasi dan menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.

Bagi Ahmad Zainuddin, Pancasila bukan sekadar warisan sejarah, tetapi juga pedoman untuk menatap masa depan Indonesia. Nilai-nilainya perlu diterjemahkan menjadi sikap dan tindakan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Momentum 1 Oktober pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh kebangsaan dan mengisi kemerdekaan melalui pengabdian nyata.

“Selamat Hari Kesaktian Pancasila. Mari terus menjaga persatuan, merawat kebersamaan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari demi Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.” (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *