Kementan Kucurkan Rp89,8 Miliar untuk Bone, BupAAS: Jangan Hanya Airnya yang Mengalir, Pendapatan Petani Harus Naik!

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID — Dukungan pemerintah pusat untuk sektor pertanian Kabupaten Bone kembali mengalir deras.

Kementerian Pertanian (Kementan) menggelontorkan bantuan senilai Rp89,8 miliar untuk mengoptimalkan lahan pertanian di Kabupaten Bone.

Bantuan tersebut menyasar lahan seluas 19.533 hektare, terutama sawah tadah hujan dan lahan yang membutuhkan dukungan irigasi.

Program ini melibatkan 801 kelompok tani sebagai penerima manfaat.

Namun bagi Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), bantuan puluhan miliar rupiah itu tidak boleh berhenti pada pembangunan atau perbaikan sarana irigasi.

Ia menegaskan, bantuan harus berujung pada satu ukuran utama: produksi meningkat dan pendapatan petani ikut terdongkrak.

Pesan itu disampaikan BupAAS saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Pelaksanaan Teknis Kegiatan Optimasi Lahan Wilayah Kabupaten Bone Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Novena, Watampone, Jumat (2 Oktober 2026).

“Yang kita bantu irigasinya, airnya dibantu, tetapi jangan sampai tidak meningkat pendapatannya, jadi kami minta meningkat produksinya,” tegas Andi Asman.

Menurutnya, optimalisasi lahan bukan sekadar persoalan membuka akses air ke lahan pertanian. Lebih jauh, program tersebut harus mampu memperkuat produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga petani.

BupAAS bahkan mengaitkan peningkatan pendapatan petani dengan masa depan pendidikan anak-anak mereka.

“Ini merupakan bantuan Kementerian Pertanian dengan perhatian Bapak Presiden yang dieksekusi Kementerian Pertanian. Kita tidak mau anak-anak petani kita tinggal di rumah tetapi tidak ada biaya sekolah,” tuturnya.

Ia pun meminta para kelompok tani penerima manfaat tidak menyia-nyiakan kepercayaan pemerintah. Bantuan yang diterima harus dimanfaatkan secara optimal dan dibuktikan dengan hasil nyata di lapangan.

Bagi BupAAS, peningkatan produksi pertanian harus menjadi bentuk pertanggungjawaban sekaligus ungkapan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap petani Bone.

Rp100 Juta per Kelompok, Jangan Disalahgunakan

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar Dr. Ir. Rustan Massinai, M.P., M.Sc. mengingatkan seluruh kelompok tani penerima manfaat agar menggunakan bantuan sesuai peruntukan dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Rustan menjelaskan, pelaksanaan kegiatan diperkirakan berlangsung sekitar dua bulan. Setiap kelompok tani mendapatkan alokasi bantuan sekitar Rp100 juta, dengan mekanisme pembayaran sebanyak dua kali.

Ia meminta kelompok tani menjaga amanah tersebut dan memastikan seluruh penggunaan bantuan dapat dipertanggungjawabkan.

“Jangan disalahgunakan,” tegas Rustan.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan BPLIP Kelas I Makassar bersama Pemerintah Kabupaten Bone. Hadir pula unsur Forkopimda Bone, perwakilan Kejaksaan Negeri Bone, Dandim 1407 Bone, Wakapolres Bone, serta Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone.

Dengan dukungan anggaran Rp89,8 miliar, optimalisasi 19.533 hektare lahan dan keterlibatan 801 kelompok tani, program ini diharapkan tidak hanya membuat lahan pertanian semakin produktif, tetapi juga menghadirkan pendapatan yang lebih baik bagi keluarga petani Bone.

Sebab bagi pemerintah daerah, air yang mengalir ke sawah harus berbuah pada hasil panen yang meningkat dan kesejahteraan petani yang ikut terangkat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *