SINJAI, NALARMEDIA.ID — Merebaknya kasus flu burung yang menyerang ternak ayam di sejumlah wilayah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sinjai.
Bupati Sinjai Hj. Ratnawati Arif langsung menginstruksikan jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk bergerak melakukan pencegahan sekaligus penanganan guna menekan penyebaran virus yang menyerang populasi unggas tersebut.
Instruksi itu disampaikan Ratnawati usai menyerahkan bantuan bibit porang dan sejumlah bantuan lainnya kepada masyarakat di Aula Kantor Camat Sinjai Borong, Rabu (7 Oktober 2026).
Bupati Ratnawati mengatakan, langkah cepat diperlukan agar penyebaran virus dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas ke wilayah lainnya.
“Kita sudah mengumpulkan semua penyuluh dan dokter hewan melalui Pak Kadis. Kita meminta mereka untuk menekan virus yang sedang berkembang, khususnya yang menyerang peternak ayam,” ucap Bupati Ratnawati.
Penyuluh dan Dokter Hewan Dikerahkan
Sebagai langkah awal, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengoordinasikan para penyuluh serta dokter hewan untuk turun ke lapangan.
Mereka diarahkan melakukan langkah-langkah penanganan sesuai kondisi di wilayah terdampak, termasuk pengawasan terhadap ternak dan upaya pencegahan agar virus tidak menyebar lebih luas.
Pemkab Sinjai juga akan menyiapkan obat-obatan untuk mendukung penanganan terhadap ternak yang terdampak.
Tak hanya mengandalkan sumber daya daerah, Pemprov Sulawesi Selatan juga memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Tim dari provinsi dijadwalkan datang ke Sinjai untuk memberikan dukungan penanganan flu burung.
“Insya Allah kita akan segera memberikan obat-obatan. Tim dari Provinsi juga akan datang hari ini sebagai bentuk atensi terhadap flu burung ini,” kata Ratnawati.
Disinfeksi Jadi Langkah Pencegahan
Ratnawati juga menegaskan bahwa jajaran Dinas Peternakan telah diperintahkan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi yang membutuhkan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memutus potensi penyebaran virus, selain tindakan adaptif lainnya termasuk pemberian obat dan penanganan terhadap ternak terdampak.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus menangani kasus yang sudah muncul, tetapi juga berupaya mencegah penyebaran ke populasi unggas lainnya maupun wilayah yang belum terdampak.
“Karena yang kita hindari juga adalah penularannya,” tegasnya.
Respons cepat Pemkab Sinjai ini diharapkan mampu menekan penyebaran flu burung sekaligus memberikan rasa aman bagi para peternak yang menggantungkan penghidupannya dari usaha ternak ayam.
Pemerintah daerah pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan dan mendukung langkah pencegahan agar penyebaran virus dapat dikendalikan. (red)















