Berita  

Dari Makassar, Naufal Fayyadh Tembus Panggung AI Nasional: Buktikan Anak Muda Timur Bisa!

Naufal Fayyadh, lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2025 yang mendirikan Kodeka Labs, agensi otomasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan pengembangan perangkat lunak di Makassar.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Anak muda dari Indonesia Timur tak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berpeluang menciptakan solusi digital yang menjawab kebutuhan masyarakat. Semangat itu ditunjukkan Naufal Fayyadh, lulusan Manajemen Universitas Hasanuddin tahun 2025 yang mendirikan Kodeka Labs, agensi otomasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan pengembangan perangkat lunak di Makassar.

Di tengah momentum Hari Sumpah Pemuda, perjalanan Naufal menjadi gambaran bagaimana kreativitas, keberanian memulai, dan pemanfaatan teknologi dapat membuka peluang bagi generasi muda daerah untuk bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

Melalui Kodeka Labs, Naufal mengembangkan solusi otomasi AI untuk membantu pelaku usaha menjalankan operasional secara lebih praktis dan efisien. Perjalanannya juga mendapat dukungan Telkomsel melalui program NextDev, yang membuka akses terhadap pendampingan dan pengembangan kapasitas bagi perusahaan rintisan digital.

AI Bukan Lagi Sekadar Tren, Anak Muda Bisa Jadi Penggerak

Naufal melihat generasi Z sebagai salah satu kelompok yang cepat mengadopsi teknologi AI. Pemanfaatannya pun mulai terasa dalam aktivitas bisnis sehari-hari, termasuk di sektor usaha kuliner dan coffee shop di Makassar.

Menurutnya, AI dapat membantu menjawab pertanyaan pelanggan melalui WhatsApp, menawarkan tambahan pesanan, hingga memudahkan pemilik usaha memantau omzet dan stok melalui percakapan digital.

Teknologi yang sebelumnya dianggap rumit itu kini berpotensi menjadi asisten bisnis yang membantu pelaku usaha menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi pelayanan.

Bagi Naufal, peluang tersebut tidak semestinya hanya dinikmati pelaku usaha di kota-kota besar Pulau Jawa. Anak muda Indonesia Timur juga memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan solusi digital sesuai kebutuhan pasar di daerahnya.

Ia optimistis pemanfaatan AI dapat membantu mempersempit kesenjangan pengetahuan dan akses teknologi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dari Makassar untuk pasar yang lebih luas.

Masuk 10 Besar NextDev, Dapat Pendampingan Ahli

Kesempatan mengembangkan usahanya semakin terbuka melalui NextDev, program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) Telkomsel yang mendukung perusahaan rintisan digital.

Naufal tercatat sebagai salah satu dari 10 besar finalis NextDev ke-11 tahun 2026. Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan teknis dari mentor berpengalaman untuk memperkuat kemampuan pengembangan dan pengelolaan teknologi AI.

Salah satu materi yang dipelajari adalah cara menjalankan sistem AI di server sendiri. Pengetahuan tersebut penting untuk memperluas pemahaman teknis dalam membangun solusi digital yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Dukungan konektivitas juga menjadi bagian penting dalam aktivitas Naufal. Mobilitasnya yang tinggi menuntut komunikasi dan akses internet tetap terjaga ketika bertemu klien di berbagai kota, bahkan menangani kebutuhan pelanggan di luar negeri.

Ia mengandalkan jaringan Telkomsel, termasuk layanan roaming ketika bekerja lintas negara, agar koordinasi dan pekerjaan tetap berjalan.

“Jangan Tunggu Sempurna, Mulai Mi Saja!”

Bagi Naufal, membangun bisnis teknologi bukan berarti harus menunggu seluruh kemampuan dan sumber daya tersedia. Keberanian untuk memulai, belajar dari pengalaman, dan terus memperbaiki produk justru menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang wirausaha muda.

“Kerja saya banyak keliling ke daerah, bahkan urus klien sampai luar negeri. Jaringan Telkomsel selalu saya andalkan termasuk waktu roaming, jadi kerjaan tetap jalan ji. Buat anak muda, jangan tunggu sempurna dulu, mulai mi saja. Makassar bisa tonji!” ungkap Naufal.

Pesan tersebut menjadi dorongan bagi generasi muda agar tidak membatasi diri hanya karena berasal dari daerah. Dengan kreativitas, kemauan belajar, dan pemanfaatan teknologi yang tepat, peluang untuk membangun usaha digital terbuka semakin luas.

Sumpah Pemuda di Era AI: Bergerak Bersama, Hadirkan Solusi

Bagi Naufal, Hari Sumpah Pemuda bukan sekadar peringatan sejarah perjuangan generasi muda Indonesia. Di era teknologi, semangat tersebut juga berarti menyatukan anak muda dari berbagai latar belakang untuk menciptakan solusi atas persoalan masyarakat.

Perbedaan daerah, akses, dan tantangan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk berinovasi. Sebaliknya, kondisi lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengembangkan teknologi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Perjalanan Naufal bersama Kodeka Labs memperlihatkan bahwa inovasi digital tidak harus selalu lahir dari pusat industri teknologi. Makassar dan kota-kota lain di Indonesia Timur juga memiliki potensi untuk melahirkan pelaku usaha teknologi yang mampu menjangkau pasar lebih luas.

Di momentum Sumpah Pemuda, pesannya jelas: generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton perkembangan AI. Mereka juga bisa mengambil bagian dalam menciptakan, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi untuk membuka peluang serta membawa manfaat bagi masyarakat. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *