BONE, NALARMEDIA.ID – Kontingen Kabupaten Bone tak ingin sekadar menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.
Di balik status tuan rumah, Bone membawa ambisi besar untuk tampil sebagai kekuatan utama dan memburu prestasi tertinggi di pesta olahraga terbesar di Sulawesi Selatan tersebut.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bone, Asiswa Karim, menegaskan kesiapan atlet Bone untuk bertarung dan memberikan hasil terbaik pada Porprov XVIII Sulsel yang berlangsung pada 7–14 November 2026 di Kabupaten Bone dan Wajo.
Asiswa menyebutkan, seluruh atlet telah dipersiapkan untuk menghadapi persaingan dengan kontingen dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.
Persiapan tersebut bukan hanya berorientasi pada kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental, fisik, serta semangat juang para atlet.
Menurutnya, Kabupaten Bone berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh atlet dan pelaku olahraga, mulai dari tahapan latihan hingga berlangsungnya pertandingan.
Komitmen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan atlet dapat berkonsentrasi penuh, bertanding dengan aman, dan mengeluarkan kemampuan terbaik demi mengharumkan nama daerah.
“Kami ingin seluruh atlet merasa aman, nyaman, dan mendapatkan perlindungan. Perhatian terhadap atlet tidak hanya ketika mereka bertanding, tetapi sejak menjalani proses latihan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian pertandingan,” tegas Asiswa.
Bidik 92 Medali Emas
KONI Bone juga memasang target ambisius pada Porprov XVIII Sulsel 2026. Kontingen tuan rumah membidik perolehan 92 medali emas, 78 perak, dan 75 perunggu.
Target tersebut menjadi tantangan sekaligus motivasi bagi seluruh atlet dan jajaran pelatih untuk menunjukkan kemampuan terbaik.
Asiswa berharap dukungan pemerintah daerah, masyarakat, pelatih, ofisial, serta seluruh elemen olahraga dapat menjadi kekuatan tambahan bagi kontingen Bone dalam mewujudkan target tersebut.
Ia menegaskan, perjuangan atlet tidak boleh berhenti hanya karena menghadapi lawan yang lebih kuat. Setiap pertandingan harus dijalani dengan penuh keyakinan, disiplin, dan pantang menyerah.
Bertanding dengan Hati, Berjuang untuk Bone
Asiswa juga memberikan motivasi kepada seluruh atlet agar menjadikan Porprov XVIII sebagai momentum membuktikan hasil latihan dan kerja keras selama ini.
Menurutnya, medali memang menjadi tujuan, tetapi kehormatan membela daerah dan memberikan kebanggaan kepada masyarakat merupakan nilai yang jauh lebih besar.
Ia juga mengingatkan bahwa kemenangan tidak datang secara instan. Dibutuhkan pengorbanan, kedisiplinan, mental baja, serta keyakinan untuk melewati setiap tantangan.
“Ketika mengenakan lambang Kabupaten Bone di dada, ingatlah bahwa ada harapan masyarakat yang ikut kita bawa. Berjuanglah dengan sepenuh hati. Menang adalah kebanggaan, tetapi memberikan perjuangan terbaik untuk Bone adalah kehormatan,” tambahnya.
Dengan kesiapan atlet, dukungan berbagai pihak, dan target medali yang telah ditetapkan, KONI Bone optimistis kontingen tuan rumah mampu bersaing dan mencatatkan prestasi membanggakan.
Porprov XVIII Sulsel 2026 bukan sekadar ajang perebutan medali, melainkan panggung pembuktian bahwa atlet-atlet Bone memiliki kemampuan, mental juara, dan daya saing untuk mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. (red)















