Dosen UMI Berdayakan Kelompok Penjahit Magfirah Collection melalui Pelatihan Kewirausahaan Payet Baju

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA – Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui pelatihan dan pendampingan kewirausahaan payet baju bagi kelompok penjahit Magfirah Collection.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 17 dan 24 Oktober 2026 ini bertujuan meningkatkan keterampilan, kreativitas, serta peluang kewirausahaan kelompok penjahit melalui pengembangan produk busana dengan hiasan payet. Sebanyak 14 peserta mengikuti kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap dengan mengutamakan praktik langsung.

Tim pelaksana kegiatan terdiri atas Dr. Nurmiah Muin, S.E., M.Pd. selaku ketua dan Dr. Wahyuni S., S.Pd.I., M.Pd. selaku anggota, dengan melibatkan lima orang mahasiswa yang turut berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan, pendampingan praktik, hingga dokumentasi hasil pelatihan.

Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan dengan berbagai alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan hiasan payet. Selanjutnya, peserta mendapatkan pendampingan mengenai pemilihan dan kombinasi warna payet dengan warna kain, teknik awal pemasangan payet, serta penerapannya pada bagian lengan dan leher baju.

Pendampingan dilakukan secara langsung dengan memperhatikan kemampuan masing-masing peserta. Hal ini penting karena peserta memiliki tingkat keterampilan yang berbeda. Sebagian peserta telah memiliki kemampuan dasar menghias busana, sementara peserta lainnya masih berada pada tahap belajar.

Hasil kegiatan menunjukkan perkembangan keterampilan yang menggembirakan. Peserta berhasil menyelesaikan sembilan baju dengan model dan kombinasi warna payet yang berbeda. Sementara itu, lima peserta lainnya masih dalam proses pembelajaran dan pengembangan keterampilan pemasangan payet.

Pemilik rumah jahit Magfirah Collection, Paisah, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan manfaat besar, khususnya bagi para penjahit pemula yang ingin mengembangkan kemampuan dan keterampilan menjahit.

Ia menilai bahwa keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat menjadi modal awal bagi para peserta untuk terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi penjahit yang profesional.

Kegiatan ini juga dinilai membuka peluang bagi kelompok penjahit untuk mengembangkan kreativitas dalam menghasilkan produk busana. Dengan keterampilan pemasangan payet, para penjahit dapat menawarkan variasi layanan yang lebih beragam dan meningkatkan nilai tambah produk yang dihasilkan.

Menariknya, seluruh peserta menggunakan baju dan peralatan masing-masing selama praktik. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat langsung diterapkan pada produk yang mereka miliki dan berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha.

Potensi pengembangan usaha juga mulai terlihat dari inisiatif beberapa peserta yang memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan hasil karya mereka. Langkah ini menjadi awal yang positif dalam membangun promosi digital dan memperluas peluang pemasaran produk.

Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, baju yang telah diselesaikan selama pelatihan didokumentasikan, kemudian dikembalikan kepada masing-masing peserta agar dapat dimanfaatkan dan menjadi bukti hasil keterampilan yang telah diperoleh.

Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berharap keterampilan pemasangan payet dapat terus dikembangkan secara mandiri dan menjadi peluang usaha produktif bagi kelompok penjahit Magfirah Collection. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi Universitas Muslim Indonesia dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan, kreativitas, dan penguatan potensi ekonomi lokal.

Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan, tetapi berlanjut pada pengembangan produk kreatif, pemanfaatan media digital untuk promosi, serta peningkatan peluang pendapatan kelompok penjahit melalui kewirausahaan berbasis keterampilan. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *