UMI Gelar Dua Workshop Digi-Sastra Santri, 30 Santri Pesantren Ashabul Jannah Hasilkan Naskah Karya

banner 325x300

GOWA, NALARMEDIA – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Digi-Sastra Santri: Inovasi Pembelajaran Literasi Kreatif Berbasis Konten Digital untuk Penguatan Karakter dan Ekosistem Baca-Tulis di Pesantren Ashabul Jannah Bollangi, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (24/10).

Program yang dipimpin oleh Sitti Rabiah tersebut telah melaksanakan dua kegiatan utama, yakni Workshop Literasi Dasar dan Workshop Konten Digital Beradab. Kedua workshop ini diikuti oleh 30 santri sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan keterampilan literasi, kreativitas menulis, dan pemanfaatan media digital secara bertanggung jawab.

Ketua Tim Pelaksana Pengabdian Masyarakat Digi-Sastra Santri, Sitti Rabiah, menjelaskan bahwa kegiatan dirancang untuk mendorong santri mengembangkan kemampuan literasi kreatif melalui kegiatan menulis dan pengenalan konten digital. Melalui rangkaian workshop, santri memperoleh ruang untuk mengenali ragam karya literasi serta memahami pentingnya menghasilkan konten yang kreatif dan beretika.

“Output kegiatan yang telah dihasilkan berupa naskah karya peserta. Naskah tersebut menjadi hasil nyata dari proses pengembangan kreativitas literasi yang berlangsung dalam program Digi-Sastra Santri”, ungkap Sitti Rabiah yang juga Dosen Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi dan Pendidikan (FSIKP) UMI Makassar.

Pimpinan Pesantren Ashabul Jannah Bollangi, Ismail Anwar dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Pesantren.

“Alhamdulillah, pelaksanaan program Digi Sastra Santri ini menjadi bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan pesantren dalam mendukung penguatan literasi di lingkungan pendidikan berbasis keagamaan”, jelasnya.

Sitti Rabiah menambahkan melalui Digi-Sastra Santri ini, UMI berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong santri mengembangkan potensi menulis, kreativitas, dan kecakapan dalam menghadapi perkembangan budaya digital”, ungkapnya. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *