ASDP Menjaga Keselamatan, Merawat Kehidupan Warga di Bajoe Bone

Komitmen terhadap keselamatan layanan dan kepedulian sosial kembali ditegaskan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe melalui kegiatan Media Gathering yang dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Program ASDP Peduli Bantuan Sembako”, Selasa (28 April 2026). (Nalarmedia)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Komitmen terhadap keselamatan layanan dan kepedulian sosial kembali ditegaskan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Bajoe melalui kegiatan Media Gathering yang dirangkaikan dengan penyaluran Bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Program ASDP Peduli Bantuan Sembako”, Selasa (28 April 2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor ASDP Cabang Bajoe ini tidak hanya menjadi ruang silaturahmi bersama insan pers, tetapi juga momentum penting dalam menyampaikan kebijakan strategis perusahaan, termasuk rencana besar perbaikan dermaga Pelabuhan Penyeberangan Bajoe yang telah beroperasi selama lebih dari dua dekade.

Executive Director ASDP Regional 4, Syamsudin, mengungkapkan bahwa revitalisasi dermaga menjadi langkah krusial demi menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan.

“Perbaikan ini akan dilakukan setelah 23 tahun beroperasi. Penutupan bersifat sementara, namun manfaatnya untuk jangka panjang,” tuturnya.

Langkah tersebut menandai keseriusan ASDP dalam meningkatkan standar layanan, meski harus diiringi dengan kebijakan penutupan sementara pelabuhan yang tentu berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.

Senada dengan itu, General Manager ASDP Cabang Bajoe, Anom Sedayu Panatagama, menegaskan bahwa perbaikan dermaga bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

“Pelaksanaan perbaikan ini akan berlangsung kurang lebih satu bulan, dan kami melibatkan sekitar 25 tenaga kerja lokal sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat,” ungkapnya.

Di tengah proses tersebut, ASDP juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat terdampak.

Melalui program TJSL, bantuan sembako disalurkan kepada warga, disertai dengan pelatihan kewirausahaan guna membuka peluang ekonomi baru selama masa penutupan pelabuhan.

“Ini adalah bentuk tanggung jawab kami. Kami ingin memastikan masyarakat tetap terbantu, bahkan memiliki peluang untuk berkembang melalui pelatihan yang diberikan,” tambah Anom.

Tak hanya itu, Media Gathering yang digelar juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara perusahaan dan media. ASDP berharap, kolaborasi ini mampu menghadirkan informasi yang utuh dan transparan kepada masyarakat terkait kebijakan yang diambil.

Dengan langkah revitalisasi ini, ASDP Bajoe tak hanya membangun ulang infrastruktur, tetapi juga merawat kepercayaan publik—bahwa di balik setiap kebijakan, ada upaya menghadirkan keselamatan, keberlanjutan, dan kepedulian yang nyata. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *