Berjuang di Jakarta untuk Pasar Rakyat Bone: Langkah Strategis Wabup Andi Akmal Menjemput Perubahan

Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin didampingi Kadis Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (4 Mei 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Upaya membangun ekonomi daerah tidak selalu dimulai dari proyek besar yang tampak di permukaan.

Terkadang, ia dimulai dari ruang-ruang diskusi, dari pertemuan yang sunyi namun sarat makna, dari langkah-langkah strategis yang menjembatani kepentingan daerah dan kebijakan pusat.

Itulah yang dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin, saat melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perdagangan Republik Indonesia di Jakarta Pusat, Senin (4 Mei 2026).

Didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, kunjungan ini bukan sekadar agenda formal pemerintahan.

Ini menjadi bagian dari langkah serius Pemerintah Kabupaten Bone untuk membenahi wajah perdagangan daerah, terutama dalam menghidupkan kembali pasar rakyat dan memperkuat pengawasan pasar modern.

Audiensi tersebut diterima langsung oleh jajaran strategis Kementerian Perdagangan, di antaranya Sri Sugy Atmanto, Cristina Elis Yulianti, dan Irene Yasmine.

Pertemuan berlangsung di kantor kementerian yang menjadi pusat pengambilan kebijakan perdagangan nasional.

Dalam suasana diskusi yang konstruktif, berbagai isu strategis mengemuka. Mulai dari pengembangan infrastruktur pasar, peningkatan daya saing pedagang lokal, hingga penguatan sistem distribusi bahan pokok yang menjadi urat nadi ekonomi masyarakat.

Bagi Andi Akmal Pasluddin, revitalisasi pasar rakyat bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, ini adalah upaya mengembalikan martabat pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi yang layak, bersih, dan kompetitif.

“Kami ingin pasar rakyat di Kabupaten Bone bisa lebih tertata, bersih, dan mampu bersaing dengan pasar modern, sehingga para pedagang lokal dapat berkembang dan masyarakat merasa nyaman dalam bertransaksi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan visi yang lebih luas: menghadirkan pasar sebagai ruang ekonomi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga manusiawi. Tempat di mana pedagang kecil tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh dan berkembang.

Langkah ini dinilai penting, terutama di tengah dinamika persaingan dengan pasar modern yang terus berkembang. Tanpa pembenahan yang serius, pasar rakyat berisiko kehilangan daya tariknya.

Namun dengan pendekatan yang tepat, justru pasar tradisional dapat menjadi kekuatan ekonomi lokal yang tangguh.

Dalam pertemuan tersebut, Andi Akmal juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat, baik dalam bentuk kebijakan maupun anggaran.

Ia menyadari bahwa pembangunan sektor perdagangan membutuhkan sinergi yang kuat antara daerah dan pusat.

“Kami berharap melalui audiensi ini, pemerintah pusat dapat memberikan perhatian dan dukungan, agar pembangunan dan pengawasan pasar di Bone dapat berjalan lebih optimal,” lanjutnya.

Respons positif datang dari pihak Kementerian Perdagangan. Sri Sugy Atmanto mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Bone yang dinilai serius dalam membenahi sektor perdagangan.

Menurutnya, inisiatif seperti ini menunjukkan komitmen kuat daerah dalam meningkatkan kualitas sarana perdagangan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bone yang aktif berkoordinasi. Ini menunjukkan keseriusan dalam membangun sektor perdagangan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan siap memberikan dukungan sesuai mekanisme yang berlaku, khususnya dalam pengembangan dan pembinaan sarana perdagangan di daerah.

Di balik pertemuan ini, ada pesan yang lebih besar tentang arah pembangunan Bone ke depan. Pemerintah daerah tidak lagi berjalan sendiri, tetapi aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah pusat demi menghadirkan solusi yang konkret.

Selain fokus pada infrastruktur dan daya saing, Pemerintah Kabupaten Bone juga menaruh perhatian besar pada stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Dalam situasi ekonomi yang dinamis, hal ini menjadi krusial untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas distribusi dan harga kebutuhan pokok, sehingga masyarakat tidak terbebani dan aktivitas ekonomi tetap berjalan dengan baik,” tegas Andi Akmal.

Komitmen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan sektor perdagangan tidak hanya dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat.

Audiensi ini menjadi momentum penting bagi Bone untuk melangkah lebih jauh dalam membenahi sektor perdagangan.

Tidak hanya memperbaiki pasar secara fisik, tetapi juga membangun sistem yang lebih kuat, adil, dan berkelanjutan.

Harapannya, dari ruang pertemuan di Jakarta itu, lahir kebijakan dan dukungan nyata yang akan mengalir hingga ke pasar-pasar rakyat di Bone. Menghidupkan kembali semangat perdagangan lokal, memperkuat pelaku usaha kecil, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena pada akhirnya, kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari gedung-gedung tinggi atau proyek besar, tetapi dari seberapa hidup pasar rakyatnya—tempat di mana ekonomi kecil berdenyut, harapan tumbuh, dan kehidupan masyarakat berlangsung setiap hari. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *