BupAAS dan Rak Beras Ketapang: Menjaga Pangan Tetap Dekat dengan Rakyat

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman yang akrab disapa BupAAS didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone, Andi Zainal Wahyudi secara simbolis menyerahkan bantuan rak beras Beramal Tahun 2026 kepada 27 kecamatan di Kabupaten Bone. (Nalarmedia.id)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Di halaman Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Bone, Jumat pagi, 1 Mei 2026, suasana tampak berbeda.

Sejumlah rak beras berjajar rapi alokasi dari Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Bone untuk Kios Pangan, menjadi simbol dari sebuah ikhtiar sederhana namun sarat makna: memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap mudah dijangkau.

Dari tempat itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman yang akrab disapa BupAAS didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone, Andi Zainal Wahyudi secara simbolis menyerahkan bantuan rak beras Beramal Tahun 2026 kepada 27 kecamatan di Kabupaten Bone.

Bagi sebagian orang, rak beras mungkin hanya benda biasa. Namun di tangan sebuah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, ia berubah menjadi simbol kepedulian.

Rak-rak itu nantinya akan digunakan sebagai fasilitas pendistribusian di kios pangan Tripika, tempat masyarakat memperoleh kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam penjelasannya, BupAAS menegaskan bahwa program ini bukan sekadar pembagian fasilitas, melainkan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga stabilitas pangan sekaligus memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran.

Ia memahami bahwa kebutuhan pokok adalah persoalan mendasar yang sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Rak ini hadir untuk memastikan masyarakat bisa mengonsumsi beras, minyak, gula dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga terjangkau serta distribusi yang tepat sasaran,” demikian semangat yang disampaikan BupAAS dalam kegiatan tersebut.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, pemerintah daerah dituntut menghadirkan solusi nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.

Melalui kios pangan Tripika, Pemkab Bone ingin membangun sistem distribusi yang lebih tertata, mudah diakses, dan mampu menjangkau masyarakat hingga ke kecamatan.

Langkah ini juga menunjukkan cara pandang kepemimpinan BupAAS yang tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan paling dasar rakyat. Sebab baginya, pembangunan sejati bukan hanya tentang jalan dan bangunan, melainkan bagaimana masyarakat dapat hidup lebih tenang dengan kebutuhan pokok yang tetap tersedia dan terjangkau.

Penyaluran rak beras Beramal kepada 27 kecamatan menjadi gambaran bahwa pemerataan pelayanan terus diupayakan. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dalam akses pangan.

Dari kota hingga pelosok desa, pemerintah ingin memastikan distribusi kebutuhan pokok berjalan lebih efektif dan terorganisir.

Program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, Tripika, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Rak-rak itu nantinya bukan hanya tempat menyimpan bahan pokok, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pelayanan sosial yang membantu masyarakat memperoleh kebutuhan dengan lebih mudah.

Di balik kesederhanaan kegiatan tersebut, tersimpan pesan kuat tentang keberpihakan. Bahwa pemerintah harus hadir bukan hanya ketika masyarakat menghadapi persoalan besar, tetapi juga dalam urusan sehari-hari yang menentukan kualitas hidup mereka.

BupAAS memahami bahwa ketahanan daerah selalu dimulai dari ketahanan keluarga. Ketika kebutuhan pangan masyarakat terjaga, maka stabilitas sosial dan ekonomi juga akan lebih kuat.

Karena itu, program seperti rak beras Beramal bukan hanya soal distribusi barang, tetapi tentang menjaga rasa aman masyarakat terhadap kebutuhan hidup mereka.

Dari halaman rumah jabatan itu, bantuan kemudian bergerak menuju 27 kecamatan. Membawa harapan agar pangan tetap dekat dengan rakyat, harga tetap terjangkau, dan pemerintah terus hadir di tengah kebutuhan masyarakatnya. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *