BONE, NALARMEDIA — Era kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin terus menunjukkan gebrakan nyata, khususnya dalam membuka akses kerja internasional bagi masyarakat.
Melalui fasilitasi Pemerintah Kabupaten Bone, puluhan tenaga kerja lokal kini berhasil menembus pasar kerja Jepang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bone, Andi Muchlis, mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak 73 orang telah difasilitasi untuk mengikuti program penempatan kerja ke Jepang.
Dari jumlah tersebut, 60 orang telah resmi diberangkatkan, sementara 13 lainnya masih menunggu jadwal keberangkatan dan menjalani tahap pembelajaran lanjutan.
“Ini adalah bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bapak Bupati dan Wakil Bupati untuk membuka peluang kerja yang lebih luas, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di tingkat global,” ungkap Andi Muchlis, Rabu (6 Mei 2026).
Menurutnya, para pekerja yang dikirim bukanlah tenaga kerja biasa. Mereka telah melalui proses seleksi ketat, pelatihan intensif, serta pembekalan keterampilan dan bahasa.
Bahkan, seluruh peserta yang diberangkatkan telah memiliki kemampuan bahasa Jepang yang memadai sebagai syarat utama bekerja di Negeri Sakura.
“Mereka ini sudah siap kerja. Selain fasih berbahasa Jepang, juga dibekali skill sesuai kebutuhan industri di sana,” tambahnya.
Adapun sektor pekerjaan yang digeluti para tenaga kerja asal Bone di Jepang cukup beragam, mulai dari perikanan budidaya, perikanan tangkap, pengolahan makanan, percetakan, pengolahan hasil laut, pengolahan roti, hingga sektor pertanian.
Program ini dinilai sebagai salah satu langkah strategis dalam menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah.
Selain itu, peluang kerja di luar negeri juga diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi keluarga serta membawa dampak positif bagi daerah saat para pekerja kembali dengan pengalaman dan keahlian baru.
Di bawah kepemimpinan BupAAS dan Wabup Andi Akmal Pasluddin, Pemerintah Kabupaten Bone terus mendorong lahirnya tenaga kerja kompeten yang mampu bersaing di pasar global.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa putra-putri daerah memiliki potensi besar untuk berkiprah di kancah internasional.
Dengan masih adanya 13 calon pekerja yang sedang dalam tahap persiapan, harapan besar pun tertuju agar semakin banyak generasi Bone yang mengikuti jejak sukses tersebut—mengharumkan nama daerah hingga ke mancanegara. (red)















