Banjir Rendam Bone, Basarnas Sulsel: Ketinggian Air Capai 2 Meter, Dua Warga Meninggal Dunia

Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Sulawesi Selatan, Andi Sultan.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone menyebabkan ratusan warga terdampak dan memaksa puluhan warga dievakuasi, Jumat (8 Mei 2026).

Kepala Operasi dan Siaga Basarnas Sulawesi Selatan, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa ketinggian air di lokasi terdampak bervariasi mulai 0,5 meter hingga mencapai 2 meter, khususnya di wilayah pesisir yang mengalami peningkatan debit air akibat bertepatan dengan kondisi air laut pasang.

“Untuk ketinggian air bervariasi antara setengah meter sampai dua meter, terutama di wilayah pesisir karena kondisi air pasang,” beber Andi Sultan.

Menurutnya, terdapat dua kecamatan yang terdampak cukup parah akibat banjir tersebut, yakni Kecamatan Tanete Riattang dan Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta relawan hingga kini terus melakukan pemantauan dan proses evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir.

Andi Sultan menyebutkan, sejauh ini total warga yang telah dievakuasi mencapai 69 orang. Selain evakuasi yang dilakukan petugas, terdapat pula sejumlah warga yang memilih melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman.

“Total warga yang dievakuasi sebanyak 69 orang dan ada juga masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri,” jelasnya.

Banjir yang dipicu hujan deras sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari tersebut juga menimbulkan korban jiwa.

Hingga saat ini tercatat dua warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Korban pertama adalah seorang lansia bernama Naima (80), warga Lingkungan Pao, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur. Sementara korban kedua yakni seorang anak bernama Muh Arsyad (6), warga Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.

Peristiwa tersebut menambah duka mendalam bagi masyarakat Bone di tengah kondisi banjir yang masih merendam sejumlah wilayah.

Basarnas Sulsel bersama tim gabungan terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama warga yang berada di daerah rendah dan kawasan pesisir.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila terdapat kondisi darurat maupun masyarakat yang membutuhkan bantuan evakuasi. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *