Duka Banjir Bone, BupAAS Kumpulkan Pejabat di Rujab: “Jangan Malas-Malasan Melayani Rakyat”

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman atau yang akrab disapa BupAAS, memberikan arahan tegas kepada seluruh pejabat sebelum turun langsung ke lokasi bencana.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Suasana berbeda tampak di Rumah Jabatan Bupati Bone, Sabtu (9 Mei 2026). Sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Bone berkumpul sejak pagi dengan wajah serius dan penuh keprihatinan menyusul bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone.

Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan dan kesulitan bagi warga, tetapi juga meninggalkan duka mendalam setelah dua warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir.

Di tengah suasana haru itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman atau yang akrab disapa BupAAS, memberikan arahan tegas kepada seluruh pejabat sebelum turun langsung ke lokasi bencana.

Dengan nada penuh penekanan, BupAAS meminta seluruh aparatur pemerintah bekerja dengan hati dan tidak sekadar menjalankan tugas formalitas.

“Tidak boleh malas-malasan. Jangan bekerja dengan terpaksa. Kita ini pelayan masyarakat. Harus peka membantu warga, apalagi dalam kondisi musibah seperti sekarang,” tegasnya di hadapan para pejabat Pemkab Bone.

Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah bukan hanya soal bantuan logistik, tetapi juga tentang menghadirkan empati, kepedulian, dan rasa kemanusiaan.

Ia menilai, di saat rakyat sedang kesusahan, seluruh unsur pemerintah harus bergerak cepat tanpa menunggu perintah berulang-ulang.

Kepekaan sosial, kata BupAAS, menjadi hal utama yang harus dimiliki setiap pejabat.

“Kalau masyarakat susah, pemerintah harus hadir paling depan. Jangan menunggu diminta. Jangan menunggu viral. Kita harus bergerak karena itu tanggung jawab moral,” lanjutnya.

Pengumpulan pejabat di rumah jabatan tersebut dilakukan sebagai bentuk konsolidasi sebelum seluruh jajaran turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir serta menyerahkan bantuan kepada warga.

Banjir yang melanda sejumlah titik di Bone dalam beberapa hari terakhir memang memantik perhatian besar. Selain merendam rumah warga dan mengganggu aktivitas masyarakat, musibah ini juga menelan korban jiwa yang membuat suasana duka menyelimuti Bone.

Di hadapan pejabatnya, Andi Asman juga mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah untuk melayani masyarakat dengan penuh keikhlasan.

“Kita ini digaji negara untuk membantu rakyat. Jadi jangan bekerja setengah hati,” ujarnya.

Arahan tersebut sontak menghadirkan suasana hening di ruangan. Para pejabat tampak menyimak serius pesan Bupati Bone yang dikenal tegas namun dekat dengan masyarakat itu.

Langkah cepat Pemkab Bone turun langsung ke lokasi bencana diharapkan mampu meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjadi penguat bagi keluarga korban yang sedang berduka. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *