MAKASSAR, NALARMEDIA — Politeknik Bosowa (Poltekbos) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan riset terapan berbasis teknologi.
Kampus vokasi tersebut resmi mengantongi hibah penelitian senilai Rp298.810.000 dari LLDIKTI Wilayah IX untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan adaptif di sektor industri kepulauan, Kamis (14 Mei 2026).
Penelitian tersebut dipimpin langsung Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, bersama tim peneliti Nur Azhary Iriawan Eka Putra, S.ST., M.T., Muhammad Ali Chandra, S.ST., M.T., dan Fauziah, S.Pd., M.Kom., dengan pendampingan Ketua LIPK Politeknik Bosowa, Ir. Irvawansyah, M.Pd.
Adapun riset yang diusung bertajuk “Kecerdasan Buatan Adaptif untuk Optimasi Energi dan Pemeliharaan Prediktif Mesin Extruder Berbasis Internet of Things dan Energi Terbarukan di Kepulauan.”
Penelitian ini hadir sebagai solusi atas tantangan industri di wilayah kepulauan yang masih menghadapi keterbatasan energi serta minimnya sistem pemeliharaan mesin yang efisien dan modern.
Melalui riset tersebut, tim Politeknik Bosowa akan mengembangkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mampu membaca dan menganalisis data operasional mesin extruder secara real-time.
Tak hanya itu, teknologi tersebut juga dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, hingga biomassa agar lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan.
Salah satu inovasi utama dalam penelitian ini adalah penerapan sistem predictive maintenance berbasis Internet of Things (IoT).
Sistem tersebut memungkinkan deteksi dini terhadap potensi kerusakan mesin sebelum terjadi gangguan besar yang dapat menghambat proses produksi.
Dengan pendekatan tersebut, potensi downtime mesin industri dapat ditekan sehingga produktivitas pelaku industri kecil dan menengah di wilayah kepulauan diharapkan meningkat secara signifikan.
Menariknya, seluruh sistem dikembangkan dengan mempertimbangkan kondisi geografis daerah kepulauan yang memiliki keterbatasan infrastruktur energi dan akses teknologi.
Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, menegaskan bahwa hibah penelitian tersebut menjadi bagian penting dalam strategi penguatan hilirisasi riset vokasi di lingkungan kampus.
“Kami ingin memastikan hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan industri, khususnya di wilayah kepulauan,” ujarnya.
Menurutnya, penelitian tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi teknologi yang hemat biaya, adaptif, serta relevan dengan kebutuhan lokal maupun tantangan industri global.
Selain memberi dampak pada sektor industri, riset ini juga menjadi momentum bagi dosen dan mahasiswa Politeknik Bosowa untuk terus melahirkan inovasi yang responsif terhadap perkembangan teknologi masa depan.
Dengan capaian tersebut, Politeknik Bosowa semakin memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang aktif menghadirkan inovasi teknologi terapan untuk mendukung pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia. (ADV)















