“Cinta Pramuka Sampai Akhir Napas”, Duka Mendalam Andi Asman Sulaiman atas Wafatnya Syamsuddin

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Syamsuddin, sosok yang selama ini dikenal konsisten membina generasi muda melalui gerakan kepramukaan. (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Keluarga besar Gerakan Pramuka Kabupaten Bone tengah berduka. Kepala Pusdiklatcab Pramuka Kwartir Cabang Bone, Syamsuddin, berpulang ke Rahmatullah pada Jumat (22 Mei 2026) pukul 17.00 WITA di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Kepergian tokoh pendidik dan pegiat Pramuka tersebut meninggalkan duka mendalam bagi banyak kalangan, khususnya keluarga besar Gerakan Pramuka di Kabupaten Bone.

Almarhum dimakamkan di pekuburan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Sabtu (23 Mei 2026), diiringi doa dan penghormatan dari para sahabat, murid, serta kader Pramuka yang pernah dibinanya.

Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya sosok yang selama ini dikenal konsisten membina generasi muda melalui gerakan kepramukaan.

Menurut Andi Asman, almarhum bukan sekadar pembina Pramuka, tetapi juga guru kehidupan yang menanamkan nilai kedisiplinan, kepemimpinan, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada generasi muda Bone.

“Beliau adalah sosok yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan dan pembinaan karakter anak-anak kita. Bahkan dua minggu sebelum wafat, beliau masih aktif melakukan pengkaderan dan pelatihan kepramukaan. Itu bukti bahwa cintanya terhadap Pramuka tidak pernah padam hingga akhir hayat,” ujar Andi Asman penuh haru.

Bagi Andi Asman, dedikasi almarhum menjadi teladan yang tidak mudah tergantikan. Sosok Syamsuddin dikenal sederhana, disiplin, dan selalu hadir dalam setiap proses pembinaan kader Pramuka di Kabupaten Bone.

Di mata para kader dan pembina Pramuka, almarhum merupakan figur yang tidak pernah lelah menanamkan pentingnya semangat pengabdian dan kepedulian sosial.

Kehadirannya selama ini telah melahirkan banyak generasi muda yang tumbuh dengan karakter kuat dan jiwa kepemimpinan.

“Keikhlasan beliau dalam mendidik adalah warisan paling berharga. Semangat dan pengabdian beliau harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus Pramuka di Bone,” lanjutnya.

Kepergian Syamsuddin menjadi kehilangan besar bagi dunia pendidikan dan gerakan kepramukaan di Kabupaten Bone.

Namun nilai-nilai yang telah ditanamkannya diyakini akan terus hidup dalam setiap langkah para kader yang pernah disentuh didikannya.

Doa pun terus mengalir untuk almarhum yang juga ayahanda Kepala BKPSDM Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam agar segala amal ibadah dan pengabdiannya diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *