BONE, NALARMEDIA — Sepak bola Kabupaten Bone tengah menunjukkan wajah baru. Di balik skuad bertabur pemain profesional yang memperkuat Bone FC di ajang Sidrap Cup 2026, terdapat kekuatan besar yang menjadi motor penggerak tim: tujuh manajer sepak bola antarkampung (tarkam) yang memilih bersatu demi satu tujuan, mengantarkan Bone FC meraih gelar juara.
Langkah kolaboratif ini menjadi fenomena menarik di dunia sepak bola lokal.
Tujuh tokoh yang selama ini dikenal sebagai pengelola tim-tim besar tarkam di Bone sepakat meninggalkan sekat persaingan dan menggabungkan kekuatan demi mengangkat prestasi sepak bola Bumi Arung Palakka.
Mereka adalah Irwandi Burhan dari Paddengngeng FC yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Bone, Edy Saputra Syam dari Bone Beramal FC yang kini menjabat Kepala BKPSDM Bone, serta Haji Muslimin dari 99 Community yang juga Ketua Fraksi NasDem DPRD Bone.
Deretan nama besar itu kemudian dilengkapi oleh Haji Rusli, Ketua APDESI Bone sekaligus Kepala Desa Bulu Tanah, Kecamatan Kajuara, Eko Wahyudi selaku CEO Putra Noling Group, Irham Maulana dari Selfi Tani FC, serta Rahmat Altin, pengembang asal Kecamatan Kahu yang dikenal sebagai motor BBC Kahu.
Kebersamaan tujuh manajer ini menjadi simbol bahwa kemajuan sepak bola Bone membutuhkan persatuan dan visi yang sama.
Mereka tidak lagi berbicara tentang kebesaran tim masing-masing, melainkan bagaimana membawa nama Bone bersaing dan berjaya di level regional.
Komitmen tersebut dibuktikan dengan pembentukan skuad Bone FC yang dihuni sederet pemain berkualitas dan berpengalaman di kompetisi nasional.
Di sektor pertahanan hingga lini serang, Bone FC diperkuat pemain-pemain seperti Fahresi, Bob Ical, Sabri, Irfan Al Qadri, dan Ivan yang merupakan tulang punggung Persibone. Ada pula Sainal Basri yang pernah memperkuat Balikpapan FC serta penjaga gawang berpengalaman Harlan Suardi dari PSIM Yogyakarta.
Kekuatan tim semakin lengkap dengan hadirnya Haikal dari PSM U-20, Aan Redzuan dan Dwiky Aris yang memiliki pengalaman bersama Borneo FC, Beni Okto dan Wahyu Poru dari Persiba Balikpapan, serta M. Tahir yang pernah membela Persipura Jayapura.
Nama-nama lain seperti M. Arfan dari PSM Makassar, M. Alfian Ridho eks Borneo FC U-20, Doni Halomoan Sormin dari PSIS Semarang, hingga Ricar Vieri dari Persiba Balikpapan turut menambah kedalaman skuad yang kini menjadi salah satu tim paling diperhitungkan di Sidrap Cup 2026.
Dengan kombinasi kekuatan manajemen yang solid dan materi pemain yang mumpuni, Bone FC kini menjelma sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Namun, perjalanan menuju tangga juara tentu tidak hanya ditentukan oleh kualitas individu pemain.
Kekompakan, kebersamaan, dan kemampuan tujuh ponggawa tarkam menjaga harmoni di dalam tim diyakini menjadi faktor penentu dalam mewujudkan mimpi besar masyarakat Bone.
Mampukah kolaborasi tujuh manajer besar ini mengantarkan Bone FC mengangkat trofi Sidrap Cup 2026? Jika melihat semangat persatuan yang mereka tunjukkan saat ini, peluang itu terbuka sangat lebar. (red)















