Indosat, Adobe dan Kemenekraf Bersinergi, Buka Jalan Kreator Indonesia Raup Cuan dari AI dan Ekonomi Kreatif

Indosat bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia dan Adobe menjalin kolaborasi strategis untuk memberdayakan generasi muda dan kreator Indonesia melalui pemanfaatan teknologi serta AI. Inisiatif ini membuka akses terhadap perangkat kreatif, pelatihan, dan peluang monetisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA – Transformasi digital di Indonesia kini memasuki babak baru. Jika sebelumnya fokus utama berada pada perluasan akses internet dan peningkatan literasi digital, kini tantangan berikutnya adalah bagaimana mengubah kemampuan digital masyarakat menjadi peluang ekonomi yang nyata.

Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) menjalin kolaborasi strategis untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, agar mampu memanfaatkan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam menghasilkan karya kreatif yang bernilai ekonomi.

Kolaborasi ini hadir sebagai langkah konkret untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui perpaduan kekuatan jaringan dan program pemberdayaan Indosat, teknologi kreatif berbasis AI dari Adobe, serta dukungan kebijakan dan pengembangan talenta dari Kemenekraf.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kreativitas dan kekayaan intelektual merupakan fondasi utama ekonomi kreatif Indonesia. Menurutnya, perkembangan AI harus dimanfaatkan untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

“Kemitraan ini menjadi contoh penting bagaimana pemerintah dan industri dapat berkolaborasi untuk membekali generasi muda dengan kepercayaan diri dan rasa tanggung jawab agar mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut juga sejalan dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector) atau Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf. Program ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, adopsi teknologi digital dan AI, serta penguatan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang kreativitas dan inovasi digital.

Namun, banyak generasi muda yang masih membutuhkan akses terhadap perangkat, keterampilan, dan peluang untuk mewujudkan ide-ide mereka.

“Dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi, kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” kata Vikram.

Sementara itu, President of Creativity & Productivity Business Adobe, David Wadhwani, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan kreator Indonesia.

Adobe berkomitmen membantu lebih banyak kreator mengubah ide menjadi peluang nyata melalui akses teknologi, pelatihan, dan program monetisasi.

Sebagai bagian dari kerja sama ini, Indosat akan memberikan akses premium gratis Adobe Express selama enam bulan kepada seluruh pelanggannya.

Selain itu, pelanggan juga dapat mengakses berbagai materi pembelajaran dari Adobe Digital Academy yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia.

Program tersebut memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan meningkatkan keterampilan dalam pembuatan konten, storytelling digital, komunikasi visual, hingga pemanfaatan AI untuk kebutuhan kreatif dan profesional.

Yang menarik, Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Adobe Express untuk meluncurkan program monetisasi kreator.

Melalui program ini, kreator lokal dapat memperoleh penghasilan langsung dari template dan karya yang mereka buat di platform Adobe Express.

Tak hanya itu, para peserta terpilih juga berkesempatan menampilkan karya mereka di IDEAFEST, salah satu festival kreatif terbesar di Indonesia.

Kesempatan tersebut membuka akses yang lebih luas terhadap jejaring industri, calon mitra, hingga peluang bisnis baru.

Di sisi lain, Indosat melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi) terus memperluas program pemberdayaan generasi muda.

Setelah berhasil menjangkau lebih dari 10.000 anak muda Indonesia, tahun ini GENSi menargetkan menjangkau 15.000 peserta di berbagai daerah.

Program ini akan membantu generasi muda memahami cara memanfaatkan teknologi digital untuk membangun personal branding, memperkuat eksistensi di ruang digital, serta menciptakan dampak positif melalui karya dan inovasi.

Kolaborasi antara Indosat, Adobe, dan Kemenekraf menjadi langkah strategis dalam mempercepat lahirnya generasi kreator Indonesia yang tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu mengubah kreativitas menjadi peluang usaha dan sumber pendapatan.

Melalui dukungan teknologi, pelatihan, serta akses terhadap pasar yang lebih luas, ketiga pihak optimistis semakin banyak ide besar dari anak bangsa yang dapat berkembang menjadi karya bernilai tinggi dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif nasional di masa depan. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *