MAKASSAR, NALARMEDIA — Antusiasme generasi muda Sulawesi Selatan untuk menggapai cita-cita di dunia penerbangan terlihat begitu tinggi.
Total ada 192 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan resmi mendaftar mengikuti seleksi awal Program Beasiswa Sekolah Penerbang Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI).
Dari ratusan peserta tersebut, hanya 20 calon penerbang terbaik yang akan mendapatkan kesempatan emas untuk menempuh pendidikan penerbangan melalui program beasiswa yang disiapkan Pemprov Sulsel.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor transportasi udara sekaligus membuka akses pendidikan penerbangan yang selama ini identik dengan biaya tinggi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, mengatakan seluruh peserta akan menjalani proses seleksi yang ketat dan berjenjang untuk memastikan terpilihnya calon penerbang terbaik.
“Menjadi seorang pilot membutuhkan kondisi fisik yang baik dan kemampuan intelektual yang memadai. Namun yang tidak kalah penting adalah karakter dan semangat untuk menjaga serta mengabdi kepada bangsa dan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seleksi akan dilakukan dalam tiga tahapan utama. Tahap pertama meliputi seleksi administrasi dan wawancara oleh panitia Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti tahap kedua berupa Tes Potensi Akademik (TPA), wawancara bersama pihak Politeknik Penerbangan Indonesia Curug dan panitia Pemprov Sulsel, psikotes, serta tes kesamaptaan.
Sementara pada tahap ketiga, peserta akan menjalani tes kesehatan penerbangan (Hatpen) dan Tes Bakat Terbang (TBT) yang menjadi penentu akhir sebelum dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa.
Program ini tidak hanya menjadi ajang seleksi, tetapi juga menjadi harapan besar bagi banyak pelajar yang selama ini memendam mimpi untuk menjadi pilot profesional.
Salah satunya adalah Muh Revanza, siswa SMA Negeri 1 Palopo.
Sejak kecil, ia telah bercita-cita menjadi seorang penerbang dan melihat program ini sebagai kesempatan berharga untuk mewujudkan impiannya.
“Harapan saya mengikuti program ini agar dapat mengabdikan diri kepada daerah maupun negara. Sejak kecil saya memang bercita-cita menjadi seorang penerbang dan saya juga sangat menyukai dunia penerbangan,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan Zahratun Aini, siswi SMA Negeri 10 Makassar.
Ia mengaku termotivasi mengikuti seleksi karena ingin mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Motivasi saya mendaftar karena ingin mengabdikan diri di daerah sendiri sebagai putri daerah yang memiliki potensi akademik maupun nonakademik. Saya sangat berterima kasih atas hadirnya program beasiswa penerbangan ini,” katanya.
Sementara itu, Andi Azizah Muzayyanah, siswi SMA Negeri 8 Bone, menilai program tersebut menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dalam membuka jalan bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk meraih cita-cita yang sebelumnya terasa sulit dijangkau.
“Saya sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas program beasiswa Politeknik Penerbangan Indonesia ini. Program ini memberikan kesempatan kepada kami untuk menggapai cita-cita sekaligus berkontribusi bagi daerah,” ujarnya.
Program Beasiswa Pilot ini diharapkan tidak hanya melahirkan pilot-pilot profesional asal Sulawesi Selatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam mendukung konektivitas antarwilayah, pertumbuhan ekonomi, serta pengembangan sektor transportasi udara di masa depan.
Di tengah tingginya kebutuhan tenaga profesional di dunia penerbangan, program ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan mampu membuka jalan bagi generasi muda untuk terbang lebih tinggi meraih masa depan. (ADV)















