Bupati Andi Utta Ungkap Disiplin sebagai Kunci Sukses ASN dan Kehidupan

Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, kembali mengingatkan pentingnya budaya disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang profesional sekaligus kunci meraih keberhasilan dalam kehidupan.
banner 325x300

BULUKUMBA, NALARMEDIA — Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, kembali mengingatkan pentingnya budaya disiplin sebagai fondasi utama dalam membangun pemerintahan yang profesional sekaligus kunci meraih keberhasilan dalam kehidupan.

Pesan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Bulukumba di Halaman Kantor Bupati, Senin (6 Juli 2026).

Apel yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian itu diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai OPD.

Mengawali amanatnya, Bupati yang akrab disapa Andi Utta mengajak seluruh ASN untuk mensyukuri nikmat kesehatan yang memungkinkan mereka menjalankan tugas dan mengikuti apel pagi.

“Alhamdulillah, pagi ini kita dapat melaksanakan apel pagi dalam keadaan sehat walafiat. Ini adalah nikmat terbaik untuk kita,” ungkapnya.

Di balik ungkapan syukur tersebut, Andi Utta menyoroti masih adanya ASN yang tidak hadir mengikuti apel tanpa alasan yang jelas.

Menurutnya, kedisiplinan dalam hal sederhana seperti kehadiran mencerminkan tanggung jawab seseorang terhadap pekerjaannya.

“Disiplin bekerja dan disiplin dalam hal tanggung jawab adalah kunci dari semuanya, termasuk kunci arah masa depan kita. Seluruh hal baik berawal dari kedisiplinan dan kuncinya adalah kedisiplinan,” tegasnya.

Bupati Andi Utta menjelaskan bahwa disiplin bukan hanya berkaitan dengan pekerjaan, tetapi juga menjadi faktor penentu dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari kesehatan, ekonomi, hingga kesejahteraan keluarga.

Ia mencontohkan pentingnya disiplin menjaga pola makan, khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

“Kita harus membiasakan diri makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Bagi yang memiliki pantangan makanan, wajib hukumnya untuk disiplin menjaga konsumsi. Kalau sudah berusaha disiplin saja belum tentu hasilnya sempurna, apalagi kalau tidak disiplin sama sekali,” katanya.

Selain itu, Bupati Andi Utta mengingatkan seluruh ASN agar tidak hanya mengandalkan penghasilan sebagai pegawai negeri untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia mendorong setiap ASN memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk melakukan aktivitas produktif yang dapat menambah penghasilan.

Menurutnya, pekarangan rumah dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam atau usaha sederhana yang mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya terus mengingatkan, jangan bermimpi semua kebutuhan keluarga bisa terpenuhi hanya dengan mengandalkan status sebagai pegawai. Setelah pulang kantor, manfaatkan lahan atau apa saja yang bisa dikerjakan. Menanam sesuatu misalnya, agar ada tambahan pendapatan sehingga tidak semua kebutuhan dapur harus dibeli,” pesannya.

Bupati Andi Utta menilai keberhasilan selalu berawal dari kemauan yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan kemampuan mengelola waktu secara disiplin.

“Kalau ada kemauan, pasti ada jalan dan ada solusi. Sebaliknya, kalau tidak ada kemauan, maka no solution, no way out. Jangan hanya bermimpi. Waktu yang kita miliki adalah titipan yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Menutup arahannya, Bupati Andi Utta mengingatkan bahwa jabatan, rezeki, maupun kondisi kehidupan yang dimiliki setiap orang merupakan amanah yang harus disyukuri dan dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Ia menegaskan, salah satu penyebab seseorang sulit berkembang adalah karena gagal memanfaatkan waktu dan kurang disiplin dalam berkarya.

“Yang sering membuat hidup terasa susah adalah karena tidak disiplin dan tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Waktu dibiarkan berlalu tanpa karya dan tindakan nyata. Ini yang saya titipkan kepada kita semua,” pungkasnya.

Melalui apel gabungan tersebut, Bupati Bulukumba berharap seluruh ASN semakin memperkuat budaya disiplin, bekerja dengan penuh keikhlasan, serta memanfaatkan waktu secara produktif. Dengan begitu, kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat terus meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan keluarga yang lebih mandiri dan berkelanjutan. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *