BONE, NALARMEDIA – Turnamen Bola Voli Bone Beramal Cup 2026 dipastikan tak hanya menjadi ajang adu gengsi antarklub, tetapi juga menjadi momentum menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Ketua PBVSI Kabupaten Bone periode 2026–2030, Haji Muslimin (HMS), kejuaraan ini menghadirkan konsep berbeda dengan menyediakan ruang khusus bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Turnamen yang akan berlangsung mulai 26 Juli hingga 6 Agustus 2026 ini diikuti klub-klub bola voli dari berbagai daerah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Maros, Soppeng, Wajo, Sinjai, dan tuan rumah Kabupaten Bone.
Tidak hanya menyuguhkan pertandingan berkualitas, panitia juga menyiapkan area UMKM di sisi lapangan pertandingan.
Kehadiran kawasan tersebut diharapkan menjadi pusat aktivitas ekonomi selama turnamen berlangsung, sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penonton yang ingin menikmati aneka kuliner dan produk lokal.
Konsep ini menjadi nilai tambah Bone Beramal Cup 2026. Ribuan penonton yang diperkirakan memadati arena pertandingan nantinya tidak hanya disuguhkan aksi-aksi terbaik para atlet bola voli, tetapi juga dapat menikmati beragam sajian kuliner khas Bone dan produk unggulan pelaku UMKM.
Ketua PBVSI Kabupaten Bone, Haji Muslimin, menilai olahraga dan ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan.
Menurutnya, sebuah event olahraga semestinya mampu memberikan dampak luas, bukan hanya melahirkan prestasi atlet, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) yang terus mendorong pemberdayaan UMKM sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi daerah.
Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, pemerintah berharap pelaku usaha kecil memperoleh ruang promosi sekaligus meningkatkan omzet.
Dengan hadirnya area UMKM, Bone Beramal Cup 2026 diproyeksikan menjadi lebih dari sekadar turnamen olahraga. Event ini diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara pembinaan prestasi olahraga dan penguatan ekonomi lokal, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Kehadiran peserta dari enam kabupaten dan kota juga diperkirakan akan meningkatkan kunjungan ke Kabupaten Bone.
Selain memeriahkan persaingan di lapangan, para atlet, ofisial, dan suporter diharapkan turut menggerakkan sektor perdagangan, kuliner, hingga jasa selama pelaksanaan turnamen.
Bone Beramal Cup 2026 pun diharapkan menjadi contoh bagaimana sebuah event olahraga mampu memberikan efek berganda (multiplier effect), tidak hanya mencetak prestasi di bidang olahraga, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. (red)















