BONE, NALARMEDIA — Lapangan Masseddie, Desa Manera, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Jumat (11 September 2026), menjadi saksi semangat anak-anak muda mengejar mimpi melalui sepak bola.
Sebanyak 16 klub sepak bola kelompok usia dini dari sejumlah wilayah di Bone Selatan ambil bagian dalam Turnamen Sepak Bola Masseddie Cup.
Bukan sekadar perebutan gelar juara, turnamen ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar bertanding, membangun mental, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), yang hadir menutup turnamen, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kompetisi tersebut.
Menurutnya, turnamen usia dini memiliki arti penting dalam membangun fondasi sepak bola Bone.
Dari lapangan-lapangan sederhana seperti Masseddie Cup, bibit-bibit potensial dapat ditemukan dan dibina secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama menghadiri penutupan Turnamen Sepak Bola Masseddie Cup yang mempertandingkan anak usia dini. Semoga ini menjadi awal untuk mencari bibit-bibit berbakat sehingga nantinya bisa menjadi atlet ke depan,” kata AAP.
Laga Sengit hingga Adu Penalti
Partai final mempertemukan SD 261 Tarasu dengan Kajuara Muda. Kedua tim menunjukkan permainan penuh semangat dan pantang menyerah.
Pertandingan berlangsung ketat hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 2-2. Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam drama tersebut, Kajuara Muda tampil lebih tenang dan berhasil keluar sebagai juara Masseddie Cup.
Sementara itu, perebutan posisi ketiga mempertemukan Tonra Muda dengan tuan rumah Masseddie. Tonra Muda tampil dominan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 5-0.
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp2,5 juta bagi para peserta.
Tidak hanya itu, Andi Akmal turut memberikan bonus senilai Rp3 juta kepada empat tim yang berlaga serta panitia pelaksana sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya turnamen.
Menang Bukan Segalanya
Bagi Andi Akmal, hasil pertandingan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan dalam kompetisi usia dini.
Ia mengingatkan para pemain muda agar menjadikan setiap pertandingan sebagai proses belajar. Kekalahan maupun kemenangan merupakan bagian dari perjalanan panjang seorang atlet.
“Kalah menang itu biasa. Ini merupakan hasil dari latihan yang panjang,” ujarnya.
Ia menilai pembinaan sejak usia dini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengolah bola, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, kerja sama, dan mental bertanding.
Karena itu, diperlukan latihan yang konsisten serta pendampingan yang berkelanjutan agar para pemain muda memiliki kesempatan berkembang dan mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.
Mini Soccer Salomekko Segera Rampung
Selain memberikan apresiasi terhadap Masseddie Cup, Andi Akmal juga menyampaikan kabar mengenai pembangunan lapangan mini soccer di Kecamatan Salomekko yang saat ini segera rampung.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang baru bagi anak-anak dan generasi muda Bone Selatan untuk berolahraga, berlatih, dan mengembangkan bakat.
Menurutnya, lapangan mini soccer tersebut dibangun dengan standar nasional sehingga nantinya dapat mendukung berbagai kegiatan maupun event sepak bola.
Fasilitas itu juga diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga dan berlatih pada pagi, sore, maupun malam hari.
“Atas nama Pemerintah Daerah Bone, kami sangat mengapresiasi kegiatan yang melibatkan anak-anak usia dini. Ini merupakan awal dari pembinaan kelompok umur dan pembinaan jangka panjang ke depan,” katanya.
Dari Masseddie untuk Masa Depan Sepak Bola Bone
Andi Akmal juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, klub, pelatih, orang tua, dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Masseddie Cup dapat terlaksana.
Ia berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai sebuah turnamen, tetapi menjadi bagian dari ekosistem pembinaan sepak bola yang dilakukan secara konsisten.
Sebab, perjalanan seorang pemain menuju level profesional tidak lahir secara instan. Ada latihan panjang, dukungan keluarga, peran pelatih, kesempatan bertanding, serta lingkungan yang mampu menjaga semangat anak-anak untuk terus berkembang.
Dari lapangan Masseddie, harapan itu pun tumbuh.
Hari ini mereka mungkin hanya mengejar bola di lapangan desa. Namun, dengan pembinaan yang tepat dan kesempatan yang terus diberikan, bukan tidak mungkin suatu hari nanti mereka menjadi pemain yang mengenakan seragam Kabupaten Bone dan mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.
Andi Akmal pun optimistis, pembinaan yang terarah sejak usia dini akan melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang mampu memperkuat sekaligus membawa nama Kabupaten Bone dalam berbagai kompetisi sepak bola di masa mendatang. (red)















