MAKASSAR, NALARMEDIA – Politeknik Bosowa kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan vokasi yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Uji Sertifikasi Kompetensi Skema Operator Komputer Muda bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Teknologi Informatika, yang digelar di Kampus Politeknik Bosowa, Rabu (29 Juli 2026).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan pengakuan resmi terhadap kemampuan mereka di bidang teknologi informasi. Sertifikasi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin kompetitif di era transformasi digital.
Pelaksanaan uji kompetensi diawali dengan pembukaan yang dihadiri jajaran asesor dari LSP Teknologi Informatika, dosen pendamping, serta seluruh peserta.
Selanjutnya, mahasiswa menjalani serangkaian tahapan asesmen, mulai dari verifikasi dokumen, ujian tertulis, hingga uji praktik yang mengacu pada unit-unit kompetensi dalam Skema Operator Komputer Muda.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Syahrul Mustafa, mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing lulusan di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
“Melalui sertifikasi, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman mengikuti asesmen berbasis standar kompetensi kerja, tetapi juga memiliki nilai tambah berupa sertifikat kompetensi yang diakui secara profesional,” ujarnya.
Selama proses asesmen berlangsung, para asesor melakukan penilaian secara objektif berdasarkan bukti kompetensi yang ditunjukkan peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan mengedepankan standar sertifikasi profesi.
Sementara itu, Wakil Direktur III Politeknik Bosowa, Alang Sunding, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam mewujudkan lulusan vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Politeknik Bosowa terus berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri. Sertifikasi kompetensi menjadi salah satu bentuk nyata dalam memastikan lulusan memiliki keterampilan yang terstandarisasi dan siap memasuki dunia kerja,” ungkapnya.
Kerja sama dengan LSP Teknologi Informatika ini menjadi bukti keseriusan Politeknik Bosowa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab tantangan dunia kerja di era digital.
Dengan bekal sertifikasi kompetensi yang diakui secara profesional, lulusan Politeknik Bosowa diharapkan memiliki keunggulan kompetitif, meningkatkan kepercayaan dunia industri, sekaligus memperluas peluang untuk berkarier di sektor teknologi informasi yang terus berkembang. (ADV)















