Gubernur Andalan dan BupAAS Tinjau RSUD La Mappapenning, Dorong Layanan Berkualitas dan Sistem Rujukan Lebih Optimal

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, S.T. (Andalan), bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), melakukan kunjungan ke RSUD La Mappapenning, Kabupaten Bone, Senin (10 Agustus 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman Sulaiman, S.T. (Andalan), bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi dan Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), melakukan kunjungan ke RSUD La Mappapenning, Kabupaten Bone, Senin (10 Agustus 2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat mekanisme sistem rujukan, sehingga keberadaan rumah sakit dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan itu, Gubernur Andalan bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dan BupAAS meninjau sejumlah aspek pelayanan di RSUD La Mappapenning.

Perhatian diarahkan pada bagaimana rumah sakit dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan agar masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan optimal.

Penguatan sistem rujukan menjadi salah satu poin penting dalam kunjungan tersebut.

Pemerintah mendorong agar mekanisme rujukan antar fasilitas kesehatan berjalan lebih efektif, terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Dengan sistem rujukan yang semakin baik, masyarakat diharapkan tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah apabila pelayanan yang dibutuhkan sebenarnya dapat diberikan di RSUD La Mappapenning.

Optimalisasi pemanfaatan rumah sakit juga dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat posisi RSUD La Mappapenning sebagai salah satu fasilitas kesehatan rujukan di Kabupaten Bone.

Gubernur Andalan menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan harus dibarengi dengan kemampuan sumber daya manusia, sarana prasarana serta sistem pelayanan yang mampu memberikan manfaat secara maksimal.

Sementara itu, BupAAS menyambut baik kunjungan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel tersebut.

Ia menilai sinergi antara Pemerintah Provinsi Sulsel dan Pemkab Bone sangat penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.

Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) memberikan perhatian khusus terhadap mekanisme sistem rujukan pasien di Kabupaten Bone.

Ia menekankan agar masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan efisien dengan mengoptimalkan keberadaan RSUD La Mappapenning.

Menurut BupAAS, pasien yang membutuhkan pelayanan lanjutan harus diarahkan pada fasilitas kesehatan rujukan yang sesuai dengan kebutuhan medisnya, dengan tetap mempertimbangkan jarak dan efisiensi pelayanan.

“Semua pasien kita pastikan rujukannya ke La Mappapenning lebih dekat dan lebih efisien. Jangan sampai masyarakat harus menempuh jarak yang jauh jika pelayanan yang dibutuhkan bisa diberikan di sini,” tegas BupAAS.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat keterhubungan antara RSUD La Mappapenning dengan seluruh UPT Puskesmas di wilayah Kabupaten Bone.

Menurutnya, optimalisasi sistem rujukan bukan hanya bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga mendorong pemanfaatan fasilitas kesehatan milik pemerintah secara maksimal.

BupAAS berharap UPT Puskesmas di seluruh wilayah Bone dapat menjadi pintu awal pelayanan kesehatan yang efektif, sekaligus memiliki mekanisme rujukan yang terintegrasi dengan RSUD La Mappapenning.

“UPT Puskesmas harus kita dorong untuk lebih optimal. Kalau pelayanan dan sistem rujukannya berjalan baik, masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, rumah sakit juga termanfaatkan secara maksimal, dan pada akhirnya ini ikut mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.

BupAAS menilai peningkatan PAD dari sektor kesehatan harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan.

Artinya, optimalisasi pendapatan daerah bukan menjadi tujuan yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari upaya memperkuat ekosistem pelayanan kesehatan agar semakin berkualitas dan berkelanjutan.

Ia pun mendorong agar seluruh fasilitas kesehatan pemerintah di Kabupaten Bone saling terintegrasi, sehingga tidak terjadi penumpukan pasien pada fasilitas tertentu sementara fasilitas lainnya belum dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan penguatan sistem tersebut, BupAAS berharap masyarakat Bone dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih mudah dijangkau, efisien dan berkualitas, sekaligus menjadikan RSUD La Mappapenning serta UPT Puskesmas sebagai bagian penting dalam penguatan layanan kesehatan dan peningkatan kemandirian fiskal daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *