BupAAS Imbau 27 Camat Gencarkan Pesan Bahaya Kebakaran hingga ke Masjid-Masjid

Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat terus menjadi perhatian Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Kepedulian terhadap keselamatan masyarakat terus menjadi perhatian Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).

Di tengah meningkatnya potensi kebakaran, BupAAS mengimbau seluruh camat di Kabupaten Bone untuk lebih intensif menyampaikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran.

Imbauan tersebut ditujukan kepada 27 camat se-Kabupaten Bone agar pesan kewaspadaan tidak berhenti di lingkungan pemerintahan, tetapi benar-benar sampai ke tengah-tengah masyarakat.

BupAAS meminta para camat mengoptimalkan berbagai ruang komunikasi yang ada di wilayah masing-masing.

Salah satunya dengan menyampaikan imbauan tersebut melalui masjid-masjid, sehingga pesan keselamatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Menurutnya, pencegahan kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Jangan menunggu terjadi kebakaran baru kita bergerak. Masyarakat harus terus diingatkan agar berhati-hati dan waspada terhadap segala potensi yang dapat memicu kebakaran,” seru BupAAS, Kamis (20 Agustus 2026).

BupAAS juga menekankan pentingnya peran pemerintah kecamatan sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan membangun kesadaran masyarakat.

Para camat diharapkan meneruskan pesan tersebut hingga ke tingkat desa dan kelurahan, termasuk melalui tokoh agama, tokoh masyarakat serta pengurus masjid.

Langkah ini dinilai penting karena masjid memiliki posisi strategis sebagai ruang berkumpul dan berkomunikasi dengan masyarakat.

Dengan memanfaatkan momentum sebelum maupun sesudah pelaksanaan salat berjamaah, pesan tentang kewaspadaan terhadap kebakaran diharapkan dapat diterima oleh lebih banyak warga.

Pesan yang disampaikan pun tidak sebatas larangan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Warga diingatkan memastikan kompor dan peralatan listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.

Bagi BupAAS, satu pesan sederhana yang disampaikan berulang-ulang dapat menjadi langkah kecil untuk menyelamatkan rumah, harta benda, bahkan nyawa manusia.

“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, saya meminta seluruh camat untuk aktif mengingatkan masyarakat. Sampaikan juga melalui masjid-masjid di wilayah masing-masing agar pesan ini benar-benar sampai kepada masyarakat,” tegas BupAAS.

Imbauan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah agar seluruh elemen masyarakat bersama-sama membangun budaya waspada dan tanggap terhadap kebakaran.

Sebab, kebakaran sering kali bermula dari hal kecil yang dianggap sepele. Namun, ketika terlambat ditangani, dampaknya dapat menjadi besar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.

Melalui sinergi pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat serta seluruh warga, BupAAS berharap Kabupaten Bone dapat semakin tangguh dalam mencegah dan menghadapi ancaman kebakaran.

Pesannya sederhana, tetapi sangat berarti: lebih baik mencegah daripada kehilangan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *