Di Tengah Duka, Amanah Tetap Ditunaikan, BupAAS Hadir Beri Tali Asih untuk Anak Pembawa Bendera di Bone

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati atas musibah yang dialami keluarga, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman melalui Kepala DPMPTSP Bone, A. Irmayani Syamsul, S.STP., M.Si., memberikan santunan tali asih kepada anak pembawa bendera penurunan yang berpulang ke Rahmatullah.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Di balik khidmatnya pelaksanaan upacara penurunan bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tersimpan kisah haru yang menyentuh hati.

Seorang anak yang dipercaya menjadi pembawa bendera pada upacara penurunan bendera di Kabupaten Bone harus menjalankan tugas mulia tersebut di tengah duka mendalam.

Sang anak baru saja kehilangan ayah tercinta yang telah berpulang ke Rahmatullah.

Meski hati masih diselimuti kesedihan dan baru saja mengantar jenazah orang tuanya ke tempat peristirahatan terakhir, ia tetap memilih berdiri tegak dan menunaikan amanah yang telah dipercayakan kepadanya.

Keteguhan hati tersebut mendapat perhatian dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS).

Sebagai bentuk kepedulian dan rasa empati atas musibah yang dialami keluarga, BupAAS melalui Kepala DPMPTSP Bone, A. Irmayani Syamsul, S.STP., M.Si., memberikan santunan tali asih kepada anak pembawa bendera penurunan tersebut.

Kehadiran pemerintah di tengah suasana duka itu menjadi pesan bahwa perjuangan dan pengabdian seorang anak tidak luput dari perhatian.

Bukan sekadar menjalankan tugas seremonial, sang anak menunjukkan keteguhan luar biasa dengan tetap melaksanakan amanah meski hatinya tengah kehilangan sosok ayah.

Sikap tersebut menjadi gambaran kuat tentang arti tanggung jawab, keteguhan dan kecintaan terhadap bangsa.

Di satu sisi, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang yang dicintai. Namun di sisi lain, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk tugas yang dipercayakan kepadanya.

Kepedulian BupAAS melalui pemberian tali asih pun mendapat apresiasi mendalam dari pihak keluarga.

Keluarga menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Bupati Bone terhadap kondisi mereka di tengah suasana duka.

“Terima kasih atas kepedulian tinggi Bupati Bone. Perhatian ini sangat berkah. Semoga Allah melindungi kita semua,” ungkap pihak keluarga.

Bagi keluarga, santunan tersebut bukan hanya soal bantuan secara materi. Lebih dari itu, perhatian tersebut menjadi penguat hati bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi masa sulit.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap tugas yang terlihat sederhana dalam sebuah upacara kenegaraan, terkadang ada perjuangan dan pengorbanan yang begitu dalam.

Di tengah duka kehilangan seorang ayah, seorang anak tetap berdiri membawa amanah. Dan di tengah perjuangan itu, kepedulian pemerintah hadir memberi penguatan.

Sebuah keteguhan yang layak diapresiasi, sekaligus menjadi kisah kemanusiaan yang mewarnai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Bone. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *