BONE, NALARMEDIA – Anggota DPRD Kabupaten Bone dari Fraksi Partai Gerindra, Andi Muhammad Yusuf Nuryawan, S.H., yang juga menjabat Sekretaris Komisi III (Bidang Pembangunan) DPRD Kabupaten Bone, melaksanakan reses/temu konstituen Masa Sidang III Tahun 2026 di Maccedde, Bajoe, Sabtu (22 Agustus 2026).
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat.
Warga memanfaatkan momentum reses untuk menyampaikan langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah aspirasi yang mengemuka dalam pertemuan tersebut antara lain harapan masyarakat terhadap kelanjutan program Universal Health Coverage (UHC), peningkatan dan pemerataan infrastruktur, serta persoalan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai masih menyulitkan masyarakat.
Dalam dialog bersama warga, keberlanjutan UHC menjadi salah satu perhatian utama. Masyarakat berharap akses terhadap pelayanan kesehatan yang selama ini dirasakan manfaatnya dapat terus dipertahankan sehingga tidak menjadi beban bagi warga ketika membutuhkan pelayanan medis.
Di sektor pembangunan, warga juga menyampaikan kebutuhan terhadap peningkatan infrastruktur. Perbaikan sarana dan prasarana dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Sementara persoalan kelangkaan BBM juga mendapat sorotan. Ketersediaan bahan bakar yang tidak selalu mudah diperoleh dikhawatirkan berdampak terhadap aktivitas masyarakat, termasuk transportasi, perdagangan dan berbagai kegiatan ekonomi lainnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Muhammad Yusuf Nuryawan mengatakan reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk turun langsung menemui masyarakat dan menyerap kebutuhan yang berkembang di lapangan.
“Reses ini menjadi ruang bagi kami untuk mendengarkan secara langsung apa yang menjadi kebutuhan dan persoalan masyarakat. Semua aspirasi yang disampaikan tentu akan kami catat dan kami perjuangkan melalui lembaga DPRD sesuai kewenangan dan mekanisme yang ada,” ujar Andi Muhammad Yusuf Nuryawan.
Terkait UHC, ia menegaskan pentingnya keberlanjutan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat tersebut.
Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Harapan masyarakat terkait UHC tentu menjadi perhatian kami. Kesehatan merupakan kebutuhan dasar, sehingga program yang memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan harus terus dikawal agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.
Sebagai Sekretaris Komisi III yang membidangi pembangunan, Andi Muhammad Yusuf Nuryawan juga menyatakan akan memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat mengenai infrastruktur.
“Untuk infrastruktur, kita akan inventarisasi mana yang menjadi kebutuhan prioritas masyarakat. Aspirasi ini akan kami dorong melalui pembahasan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Sementara menyangkut kelangkaan BBM, ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena menyangkut aktivitas masyarakat secara luas.
“Kelangkaan BBM tentu menjadi persoalan yang harus dicarikan solusi. Kami akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada pihak terkait agar ketersediaan BBM dapat lebih terjamin dan masyarakat tidak terus mengalami kesulitan untuk mendapatkannya,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra tersebut juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Maccedde, Bajoe dalam menyampaikan aspirasi.
Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam mengawal pembangunan di Kabupaten Bone.
“Kami berterima kasih atas kehadiran dan keterbukaan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Masukan dari masyarakat sangat penting bagi kami sebagai wakil rakyat, karena apa yang disampaikan hari ini menjadi bahan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat dalam proses pembangunan,” tuturnya.
Ia berharap komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat terus terjalin secara terbuka.
Dengan demikian, berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Reses Masa Sidang III Tahun 2026 tersebut pun menjadi momentum memperkuat hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen, sekaligus memastikan aspirasi masyarakat Maccedde, Bajoe dapat dibawa ke ruang pembahasan kebijakan di DPRD Kabupaten Bone. (ADV)















