DP2 Makassar Tinjau Pembangunan Rumah Budidaya Maggot di Tamangapa

Screenshot
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA – Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar meninjau persiapan pembangunan Rumah Budidaya Maggot di Tamangapa, Senin (24/8/2026).

Peninjauan tersebut dipimpin Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, S.STP., M.Si., didampingi Kepala Bidang Perikanan Budidaya serta Tim Pendamping Teknis Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Kegiatan ini dilakukan untuk meninjau pelaksanaan MC-0 atau pemeriksaan awal sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Tahapan tersebut bertujuan memastikan kesiapan lokasi dan aspek teknis pembangunan sesuai dengan perencanaan.

Kepala DP2 Kota Makassar, Aulia Arsyad, mengatakan pembangunan Rumah Budidaya Maggot merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan konsep pertanian perkotaan atau urban farming yang terintegrasi.

“Pembangunan Rumah Budidaya Maggot ini diharapkan menjadi salah satu solusi dalam pemanfaatan sampah organik agar lebih produktif dan memiliki nilai tambah. Kami ingin pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aulia, budidaya maggot memiliki potensi untuk mendukung pengelolaan sampah organik sekaligus menghasilkan sumber pakan alternatif. Maggot atau larva lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF) dapat dibudidayakan dengan memanfaatkan bahan organik yang sesuai sebagai pakannya.

Hasil budidaya tersebut nantinya berpotensi dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk ikan dan ternak. Dengan demikian, keberadaan Rumah Budidaya Maggot diharapkan dapat menghubungkan pengelolaan sampah dengan kebutuhan sektor perikanan dan peternakan.

Aulia menambahkan, kesiapan pembangunan perlu dipastikan sejak tahap awal agar fasilitas yang dibangun dapat berfungsi sesuai peruntukannya.

“Melalui peninjauan MC-0 ini, kami ingin memastikan kesiapan lokasi dan aspek teknis pembangunan berjalan sesuai rencana. Harapannya, fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengelolaan sampah maupun pengembangan usaha perikanan dan peternakan,” tambahnya.

Peninjauan bersama tim pendamping teknis menjadi bagian dari koordinasi lintas perangkat daerah untuk memastikan pembangunan berjalan tertib dan sesuai ketentuan. Persiapan yang matang diharapkan mendukung kelancaran pelaksanaan pekerjaan konstruksi. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *