BONE, NALARMEDIA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak semestinya berhenti pada seremoni tahunan.
Bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Hj Maryam Andi Asman, Maulid merupakan momentum untuk kembali menghidupkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui akhlak, kasih sayang, kepedulian dan ketulusan dalam berbuat baik.
Menurut Hj Maryam, Rasulullah SAW merupakan teladan sempurna dalam membangun kehidupan yang dipenuhi nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, peringatan Maulid hendaknya menjadi ruang untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita menjadikan akhlak dan keteladanan beliau sebagai pedoman dalam kehidupan. Apa yang kita dengarkan dan kita renungkan dalam peringatan Maulid harus bisa kita wujudkan dalam perilaku sehari-hari,” ujar Hj Maryam.
Ia menilai, salah satu pesan penting dari keteladanan Rasulullah SAW adalah bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama. Sikap saling menghargai, menyayangi, membantu dan menjaga perasaan orang lain menjadi nilai yang perlu terus ditanamkan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Bagi Hj Maryam, keluarga memiliki peran sangat penting dalam meneruskan nilai-nilai tersebut, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita ingin anak-anak kita tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, santun dan peduli kepada orang lain. Pendidikan karakter dimulai dari keluarga, dari bagaimana orang tua memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia juga mengajak kaum perempuan, khususnya kader PKK, untuk menjadikan semangat Maulid sebagai pengingat akan besarnya peran seorang ibu dalam menciptakan keluarga yang harmonis dan penuh kasih sayang.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW dapat diwujudkan melalui hal-hal sederhana. Menyapa dengan ramah, membantu tetangga, berbagi kepada yang membutuhkan, menjaga silaturahmi hingga mengajarkan anak untuk menghormati orang lain merupakan bentuk nyata menghadirkan nilai-nilai Maulid dalam kehidupan.
“Mari kita jadikan kecintaan kepada Rasulullah sebagai energi untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Mulai dari keluarga, mari kita tumbuhkan suasana yang penuh kasih sayang, saling menghormati dan saling menguatkan. Karena keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang baik pula,” tutur Hj Maryam.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat memperkuat persaudaraan masyarakat Bone serta menumbuhkan semangat untuk saling peduli di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Semoga dengan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, hati kita semakin dekat kepada Allah SWT, kecintaan kita kepada Rasulullah semakin kuat, dan kita mampu meneladani akhlak beliau. Semoga kita menjadi pribadi yang tidak hanya baik untuk diri sendiri, tetapi juga bermanfaat bagi keluarga dan orang-orang di sekitar kita,” pungkasnya.
Bagi Hj Maryam, Maulid pada akhirnya bukan sekadar tentang mengenang sosok agung yang lahir membawa cahaya bagi umat manusia.
Lebih dari itu, Maulid adalah ajakan untuk menghadirkan kembali cahaya keteladanan Rasulullah SAW dalam keluarga, lingkungan dan kehidupan sosial.
Sebab, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW akan semakin bermakna ketika diwujudkan dalam akhlak yang baik, kepedulian kepada sesama dan ketulusan untuk menebarkan kebaikan. (red)















